Kamis, 05 Mei 2016

Panduan Membuat Instrumen Penilaian Sikap

Kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari 3 ranah kemampuan anak didik : kognitif, afektif, dan psikomotorik. proses belajar mengajar dalam kurikulum 2013 sangat menekankan pembentukan karakter anak yang memuat semua aspek kemampuan tersebut.

sehingga sekarang ini, berbagai teknik penilaian digunakan untuk melihat bagaimana kemampuan anak dari ketiga ranah tersebut, tetapi berbagai tes penilaian hanya bisa mengetahui sisi kognitif anak, sedangkan sisi afektifnya masih terasa kurang.


untuk itulah penilaian afektif (sikap) ini mulai digunakan untuk terbentuknya karakter anak yang lebih baik.
cara Membuat Instrumen Penilaian Sikap
Panduan Membuat Instrumen Penilaian Sikap

Apa itu Penilaian Sikap?

penilaian sikap merupakan salah satu cara menilai anak didik dengan cara mengamati sikapnya, ada beberapa objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran :

  • bagaimana Sikap siswa terhadap materi pelajaran

  • bagaimana Sikap siswa terhadap guru ataupun pengajar

  • Sikap siswa terhadap proses pembelajaran

  • Sikap siswa berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran

  • Sikap-sikap lain yang dimuat dalam tujuan pendidikan, baca juga tentang perencanaan evaluasi : tujuan penilaian

Teknik Penilaian Sikap

  1. Observasi perilaku siswa, Guru melakukan observasi siswa, cara lain bisa dengan menggunakan instrumen membuat buku catatan harian siswa

  2. Melalui laporan pribadi, misalnya siswa diminta membuat ulasan tentang berita terbaru yang ada

  3. Pertanyaan langsung

  4. Skala Sikap

instrumen membuat skala sikap
Pedoman Penskoran Skala Sikap

dalam melakuka penilaian skala sikap, kita tidak bisa menilai seperti tes objektik, sikap mempunyai cakupan yang luas, diperlukan berbagai dimensi yang menjadi indikator, sehingga memudahkan kita dalam menilai siswa.

Deskripsi Penetapan Skor Sikap

untuk mengetahui berbagai instrumen penilaian sikap, ada indikator-indikator yang harus diperhatikan dalam menilainya, silahkan download indikator instrumen penilaian sikap di sini, sumber otoseven.wordpress.com dengan tabel Depdiknas.

Tabel Daftar Penilaian Sikap

berikut ini contoh daftar penilaian sikap anak, ada 10 indikator, bisa dikembangkan tergantung kebutuhan dalam mengamati sikap dan tingkah laku anak didik.

dengan teknik penilaiannya :



Sumber buku : Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014. hlm. 131-148

Jumat, 22 April 2016

cara membantu siswa mengelola mentalnya saat ujian

cara membantu siswa mengelola mentalnya saat ujian - dalam ujian siswa terkadang merasakan lelah, capek, hingga sakit, maka ada beberapa tips dari alice victors dalam membantu anak agar selalu bersemangat ketika masa-masa ujian. berikut tipsnya :
foto:bidanku.com

1. Jangan diam


Sebagai guru, Anda tahu bahwa siswa Anda mengekspresikan diri mereka dengan cara yang berbeda. Berbicara tentang mental mereka tidak berbeda dengan hal lainnya, jadi jangan abaikan komentar dari mereka, singkatnya, bahkan jika sesuatu tampaknya seperti agak malu di kelas. Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda, dan ketika kita mengabaikan apapun keluhan dari mereka maka itu bisa jadi masalah terbesar.
Jangan diam tentang hal itu, berdialog dengan anak tentang keluhan mereka.  sebuah hal kecil seperti bersimpatik dengan keluhannya mungkin mendorong mereka untuk berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam.

2. Jadilah Terbuka


sangat jelas bahwa siswa menghormati Anda dan bahwa Anda mempertahankan senuah hubungan yang profesional. Namun, ketika berbicara tentang stres dan kesehatan mental, hal ini mengingatkan bahwa kita semua manusia. Berinteraksi dengan siswa seperti yang Anda lakukan dengan orang lain, dengan orang lebih tua, karena anda seumuran. tetapi Hindarilah menjadi seseorang yang merendahkan orang lain, meskipun dia anak kecil.

tanamkan pada diri kita sesuatu yang paling bermanfaat bagi saya selama waktu ujian adalah untuk mendengarkan kejujuran dan bisa juga kita berbagi dengan orang lain untuk mendapatkan masukan. sebuah contoh ketika dalam tekanan atau stres dan kita sedang down, maka berbagi dengan rekan-rekan saya dan dari orang-orang yang lebih dewasa kita bisa belajar.  Ini akan membantu kita untuk mengetahui bahwa aku tidak sendirian.

3. Jangan terlalu banyak memberikan tekanan pada anak


ketika saya pergi ke sebuah sekolah yang terkenal karena reputasi akademisnya. seluruh waktu saya di sana, saya merasa tekanan yang besar agar bisa melebihi harapan dari orang tua dan guru saya, dan hidup dengan berusaha mencapai keberhasilan. para siswa sangat peduli tentang masa depannya dan ingin melakukannya dengan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Mereka memberikan tekanan yang cukup pada diri mereka sendiri, tanpa adanya tekanan dari orang lain.

4. memberikan dukungan yang praktis


Sangat penting untuk mengetahui ketegangan siswa ketika masa ujian, namun dukungan praktis hanya sebagai signifikan. Ketika saya sedang stres dalam ujian, hal yang paling sulit bagi saya adalah menemukan strategi sehari-hari untuk membantu saya mengatasi tekanan. tetapi saya menemukan taktik yang sangat jitu adalah:

  • merencanakan waktu yang pas untuk memperbaiki, aku merasa banyak hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki.

  • Belajar untuk memiliki keyakinan pada kemampuan saya sendiri dan menargetkan revisi dimana tempatnya. Hal ini mungkin terdengar mudah, tetapi bisa jadi sulit ketika menerima hal-hal yang buruk, bahkan sulit untuk menempatkan waktu dan usaha dalam mendapatkan yang lebih baik dari pada mereka.

  • selain itu juga fokus dalam memperbaiki di bagian mana maka akan mengurangi tingkat stress kita. memang sebagai anak muda, kita akan terpengaruh oleh media sosial sehingga fokus kita akan berkurang.

5. Mendorong siswa agar mereka melebihi kemampuannya.


banyak teman-teman kita bahkan saya sendiri merasa stress dengan ujian, tetapi kita kembali lagi memfokuskan diri dan menjauhkan diri dari dunia luar maka kita akan bisa lebih baik.

kita bukanlah satu-satunya orang yang bisa mendukung siswa kita, banyak peran dari orang lain seperti orang tua, teman dan dokter kalau perlu. jika kita melihat siswa minta bantuan, maka secepatnya lah kita membantu mereka, di bagian mana yang mereka butuhkan.

sumber asli http://www.theguardian.com/teacher-network/2016/apr/17/help-students-manage-mental-health-exams

Kamis, 21 April 2016

pendekatan dan jenis penelitian pada Bab 3

Pendekatan dan Jenis Penelitian - Point ini adalah point yang menjelaskan tentang penelitian tersebut menggunakan pendekatan apa, kemudian dengan jenis penelitian apa, karena pendekatan penelitian itu sangat banyak, seperti kuantitatif, kualitatif, penelitian literatur atau pustaka, dan lainnya, kemudian jenisnya yang bermacam-macam, ada yang deskriptif atau menggambarkan, ada yang PTK, ada yang eksperimen, atau juga pengembangan materi, dan lainnya. berikut contoh isi bab 3 pada point pendekatan dan jenis penelitian.
pendekatan dan jenis penelitian pada Bab 3 skripsi tesis
Pendekatan dan Jenis Penelitian pada Bab 3

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.
Moleong mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti secara rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistic dan rumit. Definisi ini lebih melihat perspektif emik dalam penelitian yaitu memandang sesuatu upaya membangun pandangan subjek penelitian yang rinci yang dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistic dan rumit.

Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Dalam arti penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Satu fenomena tersebut bisa berupa seorang pimpinan, sekolah atau pimpinan pendidikan, sekelompok siswa, suatu program, suatu proses, satu penerapan kebijakan, atau satu konsep, dan pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan multi situs karena meneliti pada dua sekolah, meskipun latar sekolah ini berbeda yaitu SDI dan MI, tetapi peneliti hanya meneliti satu fenomena saja, yaitu tentang membaca Al-Qur’an anak di kedua sekolah tersebut.

contoh di atas adalah penulisan dalam pendekatan dan jenis penelitian pada bab 3 metodologi penelitian skripsi dan tesis, meskipun banyak yang mengartikan pendekatan dan jenis penelitian yang berbeda beda, tetapi yang terpenting adalah tergantung bagaimana saran dari dosen pembimbing anda. karena salah satu kunci kesuksesan dalam menyelesaikan skripsi dan tesis anda adalah hubungan yang baik dengan dosen pembimbing.

Selasa, 19 April 2016

Cara Membuat Kajian Pustaka

Kajian pustaka merupakan bagian penting dalam Bab 2 skripsi maupun tesis, mengapa kajian pustaka penting? karena kajian pustaka adalah point utama yang mengisi dalam bab 2, bahkan kajian pustaka ini halamannya banyak sehingga merupakan satu faktor untuk mempertebal skripsi dan tesis anda.
kajian pustaka bab 2
Kajian pustaka yang baik
kajian pustaka juga bagian untuk memperkaya sebuah skripsi dan tesis, karena dalam kajian pustaka seorang peneliti akan menggambarkan isi dari penelitiannya, dengan memasukkan berbagai sumber yang teruji validitas dan reliabilitasnya, sehingga dalam skripsi jenis penelitian library research atau penelitian pustaka maka pada bagian ini adalah bagian dia dalam mengupas isi teorinya dan menganalisisnya sehingga didapatkanlah hasil penelitiannya, tetapi dalam postingan kali ini kita hanya akan membahas kajian pustaka dalam jenis penelitian kualitatif saja.

Cara Membuat Kajian Pustaka

ada banyak cara dalam merumuskan bagaimana kajian pustaka yang baik, tentunya adalah harus bersesuaian dengan judul penelitian, atau bagaimana hubungannya dengan rumusan masalah penelitian. karena sebuah kajian pustaka yang baik adalah yang memiliki keterkaitan yang tinggi dalam penelitiannya, banyak orang yang terkecoh dalam memasukkan isi teori dalam kajian pustaka bab 2 ini, karena mereka hanya memasukkan bagian yang terkait tetapi secara umum saja, dan bagian khususnya kurang mengena. mari kita lihat cara membuat kajian pustaka yang baik :

  1. Rumuskan point-point dari umum ke khusus
Membuat point-point ini seperti kita membuat kerangka sebuah karangan, jadi rumuskan point-point ini secara lebih terperinci, sehingga kajian pustaka bab 2 ini menjadi lebih berbobot, bahkan bagi para pembaca skripsi maupun tesis anda akan merasa terbawa arus penelitian anda, dalam artian bahwa dia akan melihat dan mengikuti anda bagaimana cara menyusun skripsi dan tesis yang baik.

contoh point-point kajian pustaka yang baik, kita akan mengambil sebuah judul skripsi pembentukan karakter rasa ingin tahu siswa.

  1. Definisi karakter

  2. Karakter rasa ingin tahu

  3. Pembentukan karakter rasa ingin tahu di sekolah dan di rumah

  4. Dasar pembentukan karakter rasa ingin tahu

  5. Strategi membentuk karakter rasa ingin tahu

  6. Faktor-faktor yang membentuk karakter rasa ingin tahu.

dari enam point di atas, bisa kita analisis bahwa perumusan kajian pustaka yang baik dimulai dari umum ke khusus, bagian umumnya adalah tentang karakter sedangkan bagian khususnya adalah karakter rasa ingin tahu.

2. membuat kajian pustaka agar terhindar dari plagiat
plagiasi merupakan momok yang menakutkan dalam sebuah penelitian, sehingga hal tersebut harus dihindari oleh para peneliti, mengapa demikian, banyak kasus gara-gara plagiasi ini, sanksinya bahkan berupa pencopotan gelar akademik yang didapatkan bertahun-tahun hanya karena ada bagian plagiasi yang dilaporkan oleh seseorang yang tidak terima hasil penelitiannya diplagiasi. sebenarnya apa sih plagiasi itu? plagiasi merupakan sebuah kegiatan copy paste tanpa menyebutkan sumbernya sehingga sebuah karya seseorang diambil dan diakui.

sebenarnya bukanlah niat seseorang untuk melakukan plagiasi, dia hanya tidak sadar bahwa yang dia lakukan adalah kegiatan plagiat, sehingga bagian plagiat inilah yang menjadi bomerang bagi kehancurannya di masa yang akan datang.

Beberapa cara untuk menghindari plagiasi :

  1. memasukkan footnote atau endnote setiap akhir paragraf atau dua baris paragraf yang kita kutip.

  2. kalau kutipannya langsung, artinya tidak ada bagian yang dirubah maka penulisannya adalah satu spasi dengan menjorok kedalam, dan tetap mencantumkan sumber

  3. dalam mengutip teori orang lain kita harus menyesuaikan isinya dengan penelitian kita, sehingga isi kajian pustaka tersebut bersesuaian, dan juga mencantumkan sumbernya.
jadi intinya dalam penulisan bab 2 atau kajian pustaka adalah kita harus menghidari kegiatan plagiat atau plagiasi dengan cara mencantumkan sumbernya setiap dua paragraf. sehingga penulisan karya ilmiah kita berupa skripsi maupun tesis terhindar dari yang namanya plagiat.