Tampilkan postingan dengan label Metodologi Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metodologi Penelitian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2016

pendekatan dan jenis penelitian pada Bab 3

Pendekatan dan Jenis Penelitian - Point ini adalah point yang menjelaskan tentang penelitian tersebut menggunakan pendekatan apa, kemudian dengan jenis penelitian apa, karena pendekatan penelitian itu sangat banyak, seperti kuantitatif, kualitatif, penelitian literatur atau pustaka, dan lainnya, kemudian jenisnya yang bermacam-macam, ada yang deskriptif atau menggambarkan, ada yang PTK, ada yang eksperimen, atau juga pengembangan materi, dan lainnya. berikut contoh isi bab 3 pada point pendekatan dan jenis penelitian.
pendekatan dan jenis penelitian pada Bab 3 skripsi tesis
Pendekatan dan Jenis Penelitian pada Bab 3

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.
Moleong mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti secara rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistic dan rumit. Definisi ini lebih melihat perspektif emik dalam penelitian yaitu memandang sesuatu upaya membangun pandangan subjek penelitian yang rinci yang dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistic dan rumit.

Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Dalam arti penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Satu fenomena tersebut bisa berupa seorang pimpinan, sekolah atau pimpinan pendidikan, sekelompok siswa, suatu program, suatu proses, satu penerapan kebijakan, atau satu konsep, dan pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan multi situs karena meneliti pada dua sekolah, meskipun latar sekolah ini berbeda yaitu SDI dan MI, tetapi peneliti hanya meneliti satu fenomena saja, yaitu tentang membaca Al-Qur’an anak di kedua sekolah tersebut.

contoh di atas adalah penulisan dalam pendekatan dan jenis penelitian pada bab 3 metodologi penelitian skripsi dan tesis, meskipun banyak yang mengartikan pendekatan dan jenis penelitian yang berbeda beda, tetapi yang terpenting adalah tergantung bagaimana saran dari dosen pembimbing anda. karena salah satu kunci kesuksesan dalam menyelesaikan skripsi dan tesis anda adalah hubungan yang baik dengan dosen pembimbing.

Selasa, 19 April 2016

Cara Membuat Kajian Pustaka

Kajian pustaka merupakan bagian penting dalam Bab 2 skripsi maupun tesis, mengapa kajian pustaka penting? karena kajian pustaka adalah point utama yang mengisi dalam bab 2, bahkan kajian pustaka ini halamannya banyak sehingga merupakan satu faktor untuk mempertebal skripsi dan tesis anda.
kajian pustaka bab 2
Kajian pustaka yang baik
kajian pustaka juga bagian untuk memperkaya sebuah skripsi dan tesis, karena dalam kajian pustaka seorang peneliti akan menggambarkan isi dari penelitiannya, dengan memasukkan berbagai sumber yang teruji validitas dan reliabilitasnya, sehingga dalam skripsi jenis penelitian library research atau penelitian pustaka maka pada bagian ini adalah bagian dia dalam mengupas isi teorinya dan menganalisisnya sehingga didapatkanlah hasil penelitiannya, tetapi dalam postingan kali ini kita hanya akan membahas kajian pustaka dalam jenis penelitian kualitatif saja.

Cara Membuat Kajian Pustaka

ada banyak cara dalam merumuskan bagaimana kajian pustaka yang baik, tentunya adalah harus bersesuaian dengan judul penelitian, atau bagaimana hubungannya dengan rumusan masalah penelitian. karena sebuah kajian pustaka yang baik adalah yang memiliki keterkaitan yang tinggi dalam penelitiannya, banyak orang yang terkecoh dalam memasukkan isi teori dalam kajian pustaka bab 2 ini, karena mereka hanya memasukkan bagian yang terkait tetapi secara umum saja, dan bagian khususnya kurang mengena. mari kita lihat cara membuat kajian pustaka yang baik :

  1. Rumuskan point-point dari umum ke khusus
Membuat point-point ini seperti kita membuat kerangka sebuah karangan, jadi rumuskan point-point ini secara lebih terperinci, sehingga kajian pustaka bab 2 ini menjadi lebih berbobot, bahkan bagi para pembaca skripsi maupun tesis anda akan merasa terbawa arus penelitian anda, dalam artian bahwa dia akan melihat dan mengikuti anda bagaimana cara menyusun skripsi dan tesis yang baik.

contoh point-point kajian pustaka yang baik, kita akan mengambil sebuah judul skripsi pembentukan karakter rasa ingin tahu siswa.

  1. Definisi karakter

  2. Karakter rasa ingin tahu

  3. Pembentukan karakter rasa ingin tahu di sekolah dan di rumah

  4. Dasar pembentukan karakter rasa ingin tahu

  5. Strategi membentuk karakter rasa ingin tahu

  6. Faktor-faktor yang membentuk karakter rasa ingin tahu.

dari enam point di atas, bisa kita analisis bahwa perumusan kajian pustaka yang baik dimulai dari umum ke khusus, bagian umumnya adalah tentang karakter sedangkan bagian khususnya adalah karakter rasa ingin tahu.

2. membuat kajian pustaka agar terhindar dari plagiat
plagiasi merupakan momok yang menakutkan dalam sebuah penelitian, sehingga hal tersebut harus dihindari oleh para peneliti, mengapa demikian, banyak kasus gara-gara plagiasi ini, sanksinya bahkan berupa pencopotan gelar akademik yang didapatkan bertahun-tahun hanya karena ada bagian plagiasi yang dilaporkan oleh seseorang yang tidak terima hasil penelitiannya diplagiasi. sebenarnya apa sih plagiasi itu? plagiasi merupakan sebuah kegiatan copy paste tanpa menyebutkan sumbernya sehingga sebuah karya seseorang diambil dan diakui.

sebenarnya bukanlah niat seseorang untuk melakukan plagiasi, dia hanya tidak sadar bahwa yang dia lakukan adalah kegiatan plagiat, sehingga bagian plagiat inilah yang menjadi bomerang bagi kehancurannya di masa yang akan datang.

Beberapa cara untuk menghindari plagiasi :

  1. memasukkan footnote atau endnote setiap akhir paragraf atau dua baris paragraf yang kita kutip.

  2. kalau kutipannya langsung, artinya tidak ada bagian yang dirubah maka penulisannya adalah satu spasi dengan menjorok kedalam, dan tetap mencantumkan sumber

  3. dalam mengutip teori orang lain kita harus menyesuaikan isinya dengan penelitian kita, sehingga isi kajian pustaka tersebut bersesuaian, dan juga mencantumkan sumbernya.
jadi intinya dalam penulisan bab 2 atau kajian pustaka adalah kita harus menghidari kegiatan plagiat atau plagiasi dengan cara mencantumkan sumbernya setiap dua paragraf. sehingga penulisan karya ilmiah kita berupa skripsi maupun tesis terhindar dari yang namanya plagiat.

Senin, 18 April 2016

Teknik penulisan bab 1 pada skripsi dan tesis

Teknik penulisan bab 1 pada skripsi dan tesis - Cara penulisan bab 1 pada skripsi dan tesis ada beberapa prosedur penulisan dalam sebuah bab 1 atau bab pertama skripsi dan tesis, dalam penulisannya ada perbedaan, khususnya yang membedakan adalah pada jenis penelitiannya yaitu kualitatif atau kuantitatif, untuk skripsi tesis yang berjenis kualitatif ada beberapa hal yang
membedakannya, meskipun hanya judul pointnya saja, tetapi dalam isi point tersebut sama saja dengan kuantitatif. bab 1 yang berisi judul pendahuluan ini ada beberapa point penting dalam penulisan bab 1 atau bab pertama dalam skripsi kualitatif, yaitu :
teknik penulisan bab 1
teknik penulisan bab 1
 Latar belakang atau konteks penelitian

beberapa kampus berbeda dalam menamakan point latar belakang ini, seperti konteks penelitian, jadi ikutilah buku petunjuk penulisan skripsi tesis pada masing masing kampus. latar belakang ini berisi tentang uraian atau gambaran umum secara singkat bagaimana sebuah penelitian akan dipaparkan, dengan berisi berbagai teori, fakta lapangan, dan juga hasil observasi awal peneliti atau penulis. selengkapnya bisa anda baca di latar belakang penelitian.

Rumusan masalah atau fokus penelitian
pada point ini berisi tentang beberapa pertanyaan yang merumuskan masalah dalam penelitian tersebut, atau lebih memfokuskan penelitian tersebut untuk apa, selengkapnya bisa anda baca di Rumusan Masalah penelitian

Tujuan penelitian
point tujuan penelitian ini sebenarnya hanya menjelaskan dari rumusan masalah tersebut, sedangkan penulisannya pun cukup simple, tinggal hapus kalimat tanya pada rumusan masalah yang ada, misalnya sebuah rumusan masalah adalah bagaimana cara membentuk karakter anak, maka dalam tujuan penulisan tinggal hapus kalimat tanya "bagaimana" dan ditambah dengan kalimat mendeskripsikan secara detail tentang cara membentuk karakter anak, ini contoh tujuan penelitian untuk skripsi kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
manfaat penelitian
dalam point manfaat penelitian ini ada dua jenis, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis, untuk manfaat teoritis berisi tentang apa saja manfaat yang didapatkan bagi peneliti, instansi terkait, peneliti selanjutnya dan pihak lainnya. sedangkan manfaat praktis berisi tentang apa yang ingin dicapai dalam penelitian, atau semacam hipotesa atau dugaan sementara tentang hasil dari penelitian tersebut, lebih lanjut bisa anda baca contoh manfaat penelitian.

orisinalitas penelitian
point orisinalitas penelitian ini adalah point yang berisi tentang perbandingan skripsi tesis kita dengan orang lain yang jenis dan bentuk penelitiannya ada kesamaan, bisa subjek penelitian atau objek penelitian, dan hal apa saja yang membedakannya dengan penelitian orang lain, lebih lanjut bisa baca di orisinalitas penelitian.

definisi istilah
dalam point definisi istilah ini hanyalah menjelaskan secara detail atau memfokuskan penelitian kita untuk apa, jadi dalam definisi istilah skripsi dan tesis ini akan menggambarkan atau menjelaskan judul penelitian kita, alias menjelaskan judul skripsi dan tesis kita secara lebih detail.

sistematika penulisan
point terakhir ini yaitu point sistematika penulisan berisi tentang penjelasan bab-bab yang akan ditulis atau dibahas dalam penelitiannya, seperti bab 1 isinya ..... bab 2 isinya ..... bab 3 isinya..... dan seterusnya, lebih lanjut coba anda baca di sistematika penulisan

berikut penjelasan tentang teknik penulisan bab 1 pada skripsi dan tesis. untuk pertanyaan ataupun ada hal kurang jelas silahkan ditanyakan pada kolom komentar dibawah.
semoga bermanfaat.

Jumat, 15 April 2016

Contoh Orisinalitas Penelitian atau keaslian penelitian

Langkah dalam membuat orisinalitas penelitian atau originalitas penelitian dan bahasa lokalnya adalah keaslian penelitian, dalam point orisinalitas penelitian ini kita akan membandingkan skripsi/tesis kita dengan skripsi yang judulnya agak mirip dengan yang kita punyai, entah itu sama dalam subjeknya maupun objeknya, yang jelas mirip-mirip, selain itu dengan adanya orisinalitas penelitian ini, kita akan menggambarkan apa yang berbeda dari penelitian kita dengan penelitian orang lain tersebut meskipun judulnya hampir sama.
Orisinalitas Penelitian atau Keaslian penelitian
Berikut contoh orisinalitas penelitian tesis dengan judul pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur'an, ada beberapa tema yang bisa diambil kesimpulan menjadi sehingga terlihat mirip, yaitu tentang karakter dan tentang membaca Al-Qur'an.

Untuk mengetahui sub-kajian yang sudah ataupun belum diteliti pada penelitian sebelumnya, maka perlu adanya upaya komparasi (perbandingan), apakah terdapat unsur-unsur perbedaan ataupun persamaan dengan konteks penelitian ini. Di antara hasil penelitian terdahulu yang menurut peneliti terdapat kemiripan, yaitu;

Hafiz Mubarak, tesis dengan judul Upaya Guru Al-Quran dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran di Sekolah dasar islam terpadu Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatak kualitatif. Sumber data tidak ditentukan jumlahnya melainkan berdasarkan pada snowball sampling. Kegiatan pengumpulan data menggunakan data menggunakan metode observasi partisipan, indepth interview, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pola deskriptvie analyzis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang dialami siswa kelas III dalam belajar membaca Al-Quran adalah (1) murid sulit konsentrasi atau memusatkan perhatian; (2) murid sangat akktif secara verbal; (3) murid lambat belajar; (4) murid dengan suara pelan; (5) murid susah melihat; (6) murid aktif bergerak; (7) murid pasif; (8) murid sulit belajar bersama dengan anak yang kemampuannya standar; (9) jumlah anak yang terlalu banyak dalam kelompok.[1]

Miftahul Husni, tesis dengan judul Implementasi pendidikan karakter pada pendidikan dasar (Studi di madrasah ibtidaiyah negeri tempel kecamatan ngaglik dan madrasah ibtidaiyah ma’arif bego maguwoharjo kabupaten sleman yogyakarta). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan pengumpulan datanya dilakukan dengan metode observasi mutlak, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang dikembangkan di MIN tempel dan MI Ma’arif Bego adalah 18 nilai karakter, sebagaimana yang telah dirumuskan pemerintah. Kemudian hasil penelitian dari fokus penelitian selanjutnya adalah 1. Implementasi pendidikan karakter di MIN Tempel  dilakukan dengan 4 proses, antara lain : a). implementasi melalui proses pembiasaan dalam kegiatan belajar mengajar, b). implementasi melalui proses pembiasaan pada kegiatan, budaya dan lingkungan sekolah/madrasah, c). implementasi melalui proses pembiasaan pada kegiatan ektrakurikuler, d). implementasi pendidikan karakter melalui karya wisata. Kemudian 2). Implementasi pendidikan karakter di MI Ma’arif Bego dilakukan melalui 4 proses antara lain : a). implementasi/penanaman nilai melalui pembelajaran, b). implementasi melalui kegiatan madrasah, c) implementasi melalui kegiatan ekstrakurikuler, d). implementasi melalui budaya dan lingkungan madrasah.[2]

Saprun, Tesis yang berjudul Pengembangan modul pembelajaran baca Al-Qur’an berbasis otak kiri untuk orang dewasa di Universitas Muhammadiyah Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan modul pembelajaran baca Al-Quran berbasis otak kiri untuk orang dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode R&D dengan model desain kelompok pembanding prates-pascates berpasangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi mutlak, wawancara yang mendalam dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu editing data, reduksi data, deskripsi data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan analisa data kuantitatif adalah dengan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) penerapan metode pembelajaran untuk orang dewasa relevan serta efektif digunakan untuk memecahkan persoalan yang terdapat di Universitas Muhammadiyah Mataram dalam pembelajaran Al-Qur’an. Hal ini dibuktikan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, mahasiswa semakin aktif, kritik dan antusias serta mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam belajar membaca Al-Quran. berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan bahwa nilai probabilitas (sig) uji regresi di Universitas Muhammadiyah Mataram adalah (0.000) < (0.025), sehingga Ho ditolak, ini artinya metode pembelajaran untuk orang dewasa berpengaruh positif terhadap kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an. Adapun kemampuan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Mataram dipengaruhi metode tsabita adalah sebesar 32% (kategori sedang) dan sisanya dipengaruhi oleh metode pembelajaran Al-Qur’an untuk orang dewasa yaitu sebesar 88%. Sedangkan uji independent sampel t-tes yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai probabilitas (sig) adalah (0.000) < antara kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an dalam menggunakan metode tsabita dan metode pembelajaran baca Al-Quran berbasis otak kiri.[3]

Secara rinci, letak persamaan, perbedaan dan orisinalitas penelitian ini dijelaskan sebagaimana tabel berikut;

Tabel 1.1

Orisinalitas Penelitian diantara Penelitian Sebelumnya
NoNama Peneliti, Judul dan Tahun penelitianPersamaanPerbedaanOrisinalitas Penelitian
1Hafiz Mubarak, Upaya Guru Al-Quran dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran di Sekolah dasar islam terpadu Banjarmasin.Pada objek penelitian tentang Al-QuranPada kajian penelitiannya,  substansi kajian, materi dan obyek penelitian yaitu tentang pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an dalam pembelajaran SKISubstansi kajian yang mendeskripsikan pola pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an, Obyek penelitian di SDI As-Salam Kota Malang Malang





Kajian yang diangkat terfokus pada karakter gemar membaca Al-Qur’an siswa.









2Miftahul Husni, Implementasi pendidikan karakter pada pendidikan dasar (Studi di madrasah ibtidaiyah negeri tempel kecamatan ngaglik dan madrasah ibtidaiyah ma’arif bego maguwoharjo kabupaten sleman yogyakarta). 2013Pada kajian karakter anakPada obyek penelitiannya, dan isi kajian, yaitu terfokus pada karakter gemar membaca Al-Qur’an.
3Saprun.  Pengembangan modul pembelajaran baca Al-Qur’an berbasis otak kiri untuk orang dewasa di Universitas Muhammadiyah Mataram.Pada subjek penelitianPada objek penelitian dan kajian penelitian yaitu tentang karakter dan pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an.



Dari beberapa  hasil penelitian di atas, terdapat beberapa titik perbedaan yang sangat mendasar dengan penelitian ini, yaitu;

  1. Kajian pada penelitian ini ingin mendeskripsikan secara mendalam tentang pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran.

  2. Penelitian ini khusus membahas karakter gemar membaca Al-Quran.

[1] Hafiz Mubarak,  Upaya Guru Al-Quran dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran di Sekolah dasar islam terpadu Banjarmasin. UIN Maulana Malik Ibrahim. Tesis tidak diterbitkan.

[2] Miftahul Husni, Implementasi pendidikan karakter pada pendidikan dasar (Studi di madrasah ibtidaiyah negeri tempel kecamatan ngaglik dan madrasah ibtidaiyah ma’arif bego maguwoharjo kabupaten sleman yogyakarta). Tesis, PPS Universitas islam negeri mauana malik ibrahim Malang. 2013

[3] Saprun,  Pengembangan modul pembelajaran baca Al-Qur’an berbasis otak kiri untuk orang dewasa di Universitas Muhammadiyah Mataram.Tesis PPS UIN Maulana Malik Ibrahim. Tesis tidak diterbitkan.

orisinalitas penelitian diatas bisa kita analisis bentuknya, yaitu

  1. yang membedakan nama, tahun, judul tesis, dan kampusnya.

  2. metodologi penelitiannya

  3. hasil penelitiannya

  4. objek penelitiannya.

  5. jadi yang dikaji dalam orisinalitas penelitian adalah bentuk persamaannya dimana, kemudian perbedaannya, dan orisinalitasnya dimana.
dengan adanya orisinalitas penelitian ini, maka hal-hal yang menjadikan plagiat dalam sebuah skripsi ataupun tesis terdahulu bisa dihindari, karena meskipun mirip ataupun banyak persamaan dengan hasil penelitian yang lain, tetapi skripsi ataupun tesis yang kita punyai ada sisi perbedaannya.

Rabu, 13 April 2016

cara membuat sistematika pembahasan skripsi tesis


Sistematik pembahasan merupakan point terakhir dalam Bab 1 skripsi maupun tesis, apa itu sistematika pembahasan? dalam beberapa skripsi dan tesis, sistematika pembahasan merupakan bagian yang mirip seperti daftar isi, hanya saja tanpa halaman, sistematika pembahasan menerangkan apa saja yang akan dijelaskan setiap bab yang terdapat dalam skripsi ataupun tesis.
Sistematika Pembahasan Skripsi tesis
Sistematika Pembahasan Skripsi
Penelitian ini disusun dalam enam bab pembahasan sebagai acuan dalam berfikir secara sistematis, adapun rancangan sistematika pembahasan tesis ini sebagai berikut :

Penelitian ini disusun dalam enam bab pembahasan sebagai acuan dalam berfikir secara sistematis, adapun rancangan sistematika pembahasan tesis ini sebagai berikut :

  • Bab Pertama Pendahuluan yang merupakan gambaran umum isi penelitian yang terdiri dari : latar belakang masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian. originalitas penelitian, definisi istilah dan sistematika pembahasan.

  • Bab Kedua Kajian pustaka yang berisi teori yang berhubungan dengan penelitiannya.

  • Bab Ketiga Metode penelitian yang berisi pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, latar penelitian, data dan sumber data penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan pengecekan keabsahan data.

  • Bab Keempat Laporan hasil penelitian yang berisi tentang paparan data dan hasil penelitian

  • Bab Kelima Pembahasan, yakni diskusi hasil penelitian tentang isi dari skripsi ataupun tesis

  • Bab Keenam Penutup yang berisi tentang simpulan, implikasi dan saran.

dalam penulisan sistematika pembahasan skripsi ataupun tesis tidak terdapat tulisan point-point seperti di atas, hanya tulisan per paragraf,
baca juga

Abstrak

Latar Belakang

Rumusan Masalah

manfaat penelitian

instrumen observasi dan transkrip wawancara

tulisan di atas hanya untuk contoh saja, coba lihat contoh penulisan sistematika pembahasan pada foto diatas

dari contoh penulisan sistematika pembahasan skripsi diatas bisa dilihat bahwa penulisannya dengan bentuk paragraf, setiap awal paragraf setiap bab, dan untuk membuat sistematika pembahasan anda hanya memasukkan teori yang berhubungan. jadi sangat mudah bukan!

Sabtu, 09 April 2016

cara membuat manfaat penelitian skripsi tesis kualitatif

Cara membuat manfaat penelitian yang baik untuk skripsi dan tesis jenis kualitatif akan kami terangkan dalam postingan kali ini
Manfaat penelitian skripsi tesis
Manfaat Penelitian

Mengapa manfaat penelitian yang baik itu penting? Karena dengan manfaat penelitian yang baik kita akan memberikan informasi yang relevan untuk orang yang membaca penelitian kita ataupun bagi mereka yang ingin melanjutkan penelitian yang linier atau satu jalur.
Banyak orang yang salah mengartikan manfaat penelitian yang baik itu, sehingga kebanyakan dari mereka hanya meletakkan teori pada manfaat penelitian tersebut, padahal hal tersebut salah besar, teori itu letaknya hanya di Bab 2 saja, sedangkan di bab lainnya kita hanya mencontoh teknik penulisannya saja.


Berikut ini contoh manfaat penelitian yang menggunakan jenis penelitian kualitatif, manfaat penelitian yang kami sajikan ini adalah penelitian yang berhubungan dengan karakter gemar membaca anak, bisa juga diterapkan pada skripsi atau tesis yang lain, yang penting anda memahami cara membuat manfaat penelitian tersebut.
Yang terpenting dalam manfaat penelitian adalah anda harus memaparkan apa saja manfaat yang didapatkan dari penelitian tersebut, sehingga ini bukanlah hipotesa belaka, karena hipotesa atau dugaan sementara terletak di proposal, sedangkan untuk skripsi atau tesis harus bersifat hasil yang diteliti

berikut contoh manfaat penelitian :
Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan berguna bagi pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran di sekolah dasar maupun madrasah ibtida’iyah, baik yang berada di pedesaan dan perkotaan, dan dapat dijadikan dasar untuk menyusun hipotesis bagi penelitian-penelitian kemudian dalam wilayah kajian yang sama, serta menambah khazanah keilmuan dalam membentuk karakter gemar membaca Al-Quran anak.

2. Manfaat Praktis
Dengan pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran maka akan dapat diketahui berbagai pola-pola yang harus ditingkatkan dan dikembangkan.
Dengan penelitian pola pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran, maka hal tersebut dapat memberikan pengetahuan yang besar agar bisa menjadi acuan untuk mengembangkan karakter gemar membaca Al-Quran.
Dan adapun manfaat lain dari penelitian ini, bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan untuk pengambilan kebijakan bagi pemerintah, praktisi pendidikan, kepala sekolah, para pendidik, untuk kemajuan dan pengembangan serta perbaikan terkait dengan karakter gemar membaca Al-Quran.

Minggu, 03 April 2016

contoh rumusan masalah skripsi tesis penelitian kualitatif

contoh rumusan masalah skripsi tesis penelitian kualitatif - Rumusan masalah merupakan salah satu point penting yang berupa pertanyaan yang menggambarkan inti atau point penting dari penelitian tersebut, sehingga membuat rumusan masalah kadang membingungkan dalam hal pemilihan kalimat tanya yang merumuskan dari masalah yang akan diteliti.

berikut contoh rumusan masalah skripsi tesis jenis penelitian kualitatif. Rumusan masalah terletak setelah Latar belakang masalah
berikut contoh rumusan masalah penelitian kualitatif :

Penelitian ini difokuskan pada pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran. fokus penelitian tersebut dijabarkan melalui rumusan masalah berikut:

1.    Bagaimana pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran anak di SDI As-Salam  kota Malang dan MI Sunan Gunung Jati Sukun?
2.    Apa yang memotivasi anak sehingga menumbuhkan karakter gemar membaca Al-Quran pada di SDI As-Salam kota Malang dan MI Sunan Gunung Jati Sukun?

dari dua rumusan masalah di atas maka dua point tersebut akan dijawab lengkap di hasil penelitiannya, sehingga nanti pada Bab 4 atau Bab hasil penelitian harus terfokus pada dua rumusan masalah yang diteliti, semakin banyak rumusan masalah yang dibuat maka hasil penelitian pun juga semakin banyak.
banyak pertanyaan yang bisa dimasukkan dalam rumusan masalah, dalam beberapa kasus point lainnya bisa berupa pertanyaan seperti faktor apa saja? dan hal lainnya.

Sabtu, 02 April 2016

cara membuat latar belakang skripsi tesis penelitian kualitatif

Latar belakang merupakan bagian terpenting dalam memulai sebuah skripsi maupun tesis, kunci keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan skripsinya dan kunci keberhasilan saat sidang proposal adalah terletak dalam kualitas penulisan latar belakang yang baik, sehingga mendorong penguji untuk menjadi tertarik terhadap penelitian skripsi maupun tesisnya, latar belakang yang kami bahas kali ini adalah latar belakang dengan jenis penelitian kualitatif, bagi sebagian kampus latar belakang ini disebut juga dengan konteks penelitian.

Ada beberapa kunci penting dalam membuat latar belakang yang baik :

  1. Penuturan yang runut, bisa berupa dari umum ke khusus, tetapi ada juga beberapa ahli yang menyarankan seperti pola pyramid, yaitu dari titik kecil kemudian melebar.

  2. Memuat fakta-fakta yang berhubungan dengan penelitiannya

  3. Fakta-fakta tersebut menguatkan judul penelitiannya

  4. Observasi awal atau penelitian terdahulu, bisa berupa aktivitas mengamati ataupun wawancara singkat dengan tujuan yang ingin diteliti, sehingga menjadikan latar belakang semakin kuat, karena bukan sekedar hipotesis belaka.

  5. Untuk Kampus yang berbasis Islam maka latar belakangnya lebih baik yang berintegrasi dengan islam, artinya mengaitkan kajian latar belakangnya dengan ayat Al-Qur'an dan Hadits sehingga latar belakang lebih berbobot nilainya.

Lebih rincinya, kita akan menganalisis sebuah latar belakang yang membahas tentang pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur'an anak di Sekolah.Latar belakang penelitian ini bersifat kualitatif, sehingga data yang diterangkan lebih panjang dan terarah, berbeda dengan latar belakang penelitian kuantitatif yang bersifat lebih singkat tetapi menjelaskan dengan tepat dan lugas, karena dalam kuantitatif inti dari penelitiannya terletak di hasil penelitiannya. Berikut contoh latar belakang kualitatif :









cara membuat latar belakang skripsi tesis penelitian kualitatif
cara membuat latar belakang skripsi tesis penelitian kualitatif

1. Latar Belakang 
#1. Penuturan yang runut, bisa berupa teori-teori yang mengarah ke penelitian.
Pembentukan karakter kepada
setiap individu  merupakan fungsi dan
tujuan pendidikan nasional, seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang
Republik Indonesia Pasal 3 nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(UU Sisdiknas) yang menyebutkan bahwa, “Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan pendidikan
nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus
dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan
pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan
karakter bangsa. [1]









Sementara kita memahami bahwa karakter bukanlah semata-mata talenta
bawaan individu, akan tetapi merupakan hasil bentukan manusia dan lingkungan
tempat ia tinggal, hidup, dan dibesarkan. Dan bagaimana cara membentuk karakter
tersebut, secara akademis tentu jawabannya hanya satu, yaitu “pendidikan”.
Pendidikan memungkinkan untuk membentuk karakter selaku manusia seperti yang
diharapkan. [2]
Aqib menjelaskan pendidikan karakter menanamkan nilai-nilai karakter kepada
siswa yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan
untuk melaksanakan nilai tersebut. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang
menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta
didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya,
menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, keluarga, maupun dalam
masyarakat, dan warga negara yang religious, produktif dan kreatif.


Atas dasar pemikiran itu,
pengembangan pendidikan karakter sangat strategis bagi keberlangsungan dan
keunggulan bangsa di masa mendatang. Pengembangan itu harus dilakukan melalui
perencanaan yang baik, pendekatan yang sesuai, dan metode belajar serta
pembelajaran yang efektif. Sesuai dengan sifat suatu nilai, pendidikan karakter
bangsa adalah usaha bersama sekolah; oleh karenanya harus dilakukan secara
bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah, melalui semua mata pelajaran, dan
menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah.[3]

Implementasi pendidikan karakter
di Indonesia hendaknya dilaksanakan secara menyeluruh yang meliputi konteks
makro dan mikro. Konteks makro lebih bersifat nasional dan melibatkan komponen
dan pemangku kepentingan secara nasional dan bertujuan jangka panjang.
Sedangkan konteks mikro berlangsung dalam satu satuan pendidikan secara
menyeluruh, atau dapat diartikan hanya difokuskan pada sekolah.[4]
Sekolah merupakan sektor utama yang secara optimal memanfaatkan dan
memperdayakan semua lingkungan belajar yang ada untuk manginisiasi,
memperbaiki, menguatkan, dan menyempurnakan secara terus menerus proses
pendidikan karakter disekolah. Adapun implementasi pendidikan karakter secara
mikro dapat dibagi dalam empat pilar, yakni belajar mengajar di kelas;
keseharian dalam pengembangan budaya sekolah; ko-kurikuler dan atau
ekstrakulikuler; serta keseharian di rumah dan masyarakat.[5]

#2 Mencantumkan ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan penelitiannya.
Karakter sebagai suatu yang
sifatnya khas dalam islam sendiri mengarah kepada Akhlakul karimah,
karakteristik ajaran akhlakul karimah dalam bidang kebudayan dan ilmu
pengetahuan dijelaskan oleh Allah SWT :


1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah
yang Maha pemurah, 4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya.[6]

Pada ayat tersebut terdapat kata iqra diulang sebanyak dua kali. Kata
tersebut menurut A. Baiquni berarti membaca dalam arti biasa, menelaah,
mengobservasi, membandingkan, mengukur, mendeskripsikan, menganalisis, dan
menyimpulkan secara induktif. Hal itu merupakan cara yang dapat mengembangkan
ilmu pengetahuan dengan cara menggunakan akalnya untuk berpikir dan merenung.[7]

Mengingat betapa pentingnya
membaca Al-Quran pada saat ini, melihat dari kemerosotan akhlak anak sendiri,
berbagai ayat  menjelaskan betapa
pentingnya membaca Al-Quran karena merupakan petunjuk hidup seorang muslim. Al-Quran
yang menjadi pedoman dalam tatanan ilmu agama sudah seharusnya menjadi amalan
wajib bagi setiap umat manusia, melihat dari berbagai kasus bahwa Al-Quran
sekarang lebih sering ditinggalkan dan hanya menjadi pajangan di tempat buku
maupun dalam rumah, orang-orang lebih suka membaca berita maupun berbagai hal
yang ada di gadget mereka, sehingga Al-Quran pun mulai terlupakan.

Sudah seharusnya membaca Al-Quran
diterapkan sejak dini, sehingga anak pun lebih terkontrol dalam kehidupannya,
membaca dan menerapkan adalah suatu kewajiban bagi orang tua untuk anaknya,
sehingga anak bisa menjadi lebih baik. Sangat jarang sekolah-sekolah menerapkan
kewajiban membaca Al-Quran di sekolahnya terkecuali pada waktu-waktu tertentu,
seperti hanya di hari jumat. Terlebih lagi sekolah yang umum yang kewajiban membaca
Al-Quran sangat kurang sehingga anak didik pun jauh dari keinginan untuk selalu
membaca Al-Quran. tidak jarang hingga mencapai usia dewasa masih banyak orang
yang belum bisa membaca Al-Quran, padahal ini adalah sebuah kewajiban bagi
seorang yang beragama islam. 

 #3 Berisi Fakta-fakta yang relevan dengan penelitian, fakta bisa diambil dari berita

Fakta saat ini menyebutkan bahwa
berbagai penyebab kemerosotan akhlak adalah karena kelalaian orang tua dalam
mengasuh mereka, di tengah terus berkembangnya peradaban dunia, teknologi
informasi sudah masuk ke desa-desa. Bahkan, gadget pun sudah bukan barang yang
asing lagi. Ironisnya, orang tua semakin sibuk sehingga lupa mengajarkan anak
berbagai ilmu agama. Anak tidak bisa mengaji sangat mudah dijumpai pada era
sekarang ini. Orang tua lebih memilih menyenangkan anak dengan berbagai hal
yang berbau duniawi daripada akhirat. Pemerintah melakukan berbagai kegiatan
untuk mengurangi berbagai hal penyebab kemerosotan anak tersebut, dalam laman
Koransindo.com disebutkan bahwa Pemerintah Kota Medan meluncurkan satu program
Gerakan Masyarakat Maghrib atau disingkat Gemmar Mengaji di setiap masjid pada
lingkungan masing-masing. Program ini dimaksudkan untuk membudayakan membaca
Alquran setelah salat magrib di kalangan masyarakat. Mengaji yang dulu telah
menjadi budaya masyarakat Indonesia, terutama di masjid dan mushala akan
kembali dihidupkan lagi. Hal ini bukan tanpa sebab, sekarang ini ketika selepas
magrib, orang-orang lebih memilih berada di depan televisi daripada mengaji.[8]

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara
pun melakukan hal yang sama, seperti dalam laman Kiblat.net Pemerintah
Kabupaten Aceh Utara beberapa hari terakhir menggalakkan program mengaji ba’da
Maghrib, khususnya untuk pelajar. Program ini sebagai bagian dari realisasi
pelaksanaan syariat Islam yang dituangkan dalam Peraturan Bupati.



Saat ini kami sangat serius menggalakkan program
mengaji ba’da Maghrib. Seluruh jajaran pimpinan kecamatan diharapkan dapat
bekerjasama melaksanakan program ini dan mengawasinya,” kata Bupati Aceh Utara,
Muhammad Thaib, saat menggelar sosialisasi penguatan pelaksanaan syariat Islam
di Aceh Utara, di Aula Setdakab, seperti dinukil dari koran lokal, Serambi
Nusantara, Jumat. Thaib menambahkan, pihaknya akan menempatkan 10 personel WH
di setiap kecamatan untuk mengawal pelaksanaan program ini. Selain masyarakat
umum, yang lebih utama sasaran program ini adalah para pelajar.

Supaya ke depan mereka tak lagi berkeliaran pada
malam hari, ujar Bupati Thaib.[9]



Program gerakan masyarakat maghrib
membaca Al-Qur’an di atas sudah berlangsung selama beberapa tahun hingga
sekarang, dan tersebar di seluruh kepulauan Indonesia, seperti penuturan wakil
Menteri agama dalam wawancara dalam laman Republika.co.id :



Saat ini, sudah banyak yang menjalankan program
gerakan masyarakat maghrib mengaji. Bahkan, sudah sampai ke pedalaman
Kalimantan. Ada juga di Sulawesi yang sudah terlebih dahulu mengembangkan.
Apalagi yang ada di Pulau Jawa. Rata-rata sudah menyebar, tetapi sporadis. Di
mana-mana ada, di setiap provinsi. Sampai ke Papua juga ada dan masih ada
programnya. Kementerian Agama selalu mengimbau soal program ini ke daerah.[10]



Beberapa program gemar mengaji
tersebut meskipun diprogramkan di seluruh pelosok nusantara, tetapi pada
kenyataanya berbalik, selama pengamatan peneliti yang tinggal di daerah
perbatasan batu dan malang, program tersebut sama sekali tidak ada, para
anak-anak maupun masyarakat setelah selesai maghrib selalu beraktifitas kembali
di rumahnya.[11]

#4 Observasi Awal peneliti dengan melakukan wawancara ataupun pengamatan

Dewasa ini, berbagai jenis
sekolah islam memberikan berbagai program yang mampu mengembangkan karakter
anak secara islami, salah satunya adalah sekolah dasar islam yang menerapkan
berbagai keunggulan program mereka dalam pembelajaran, salah satu program
tersebut adalah program membaca Al-Quran, dari program ini sehingga menarik
minat yang besar bagi para orang tua untuk memasukkan anaknya ke sekolah
tersebut. Seperti sekolah dasar islam (SDI) As-Salam yang terletak di kota
Malang, sekolah ini menerapkan wajib membaca Al-Quran dari hari senin hingga
kamis dengan program unggulan sekolah mereka yaitu program Tahfidzul Qur’an. Begitu
pula dengan MI Sunan Gunung Jati Sukun juga menerapkan program membaca Al-Quran
bagi siswanya, kedua sekolah ini sama-sama menggunakan metode ummi, metode ini
adalah metode yang berhasil membuat anak didik mampu membaca Al-Quran lebih
cepat dari metode yang lainnya, sehingga metode ini metode yang digunakan di
berbagai sekolah di Malang, berbagai hal yang diterapkan dalam pengembangan
anak di sekolah khususnya dalam membaca Al-Quran sangatlah bagus, mengingat
betapa pentingnya memberikan pendidikan Al-Quran kepada anak sejak dini,
sehingga tidak ada istilah seorang anak tidak mampu membaca Al-Quran setelah
dewasa nanti.

Peneliti melakukan observasi awal
untuk melihat bagaimana aktivitas membaca Al-Quran di sekolah, dari hasil
pengamatan peneliti, bahwa anak terlihat sangat antusias dalam mengikuti
pembelajaran membaca Al-Quran, karena anak dipisah-pisah berkelompok dalam
sebuah pembelajaran dan dikumpulkan di tempat-tempat tertentu, dan setelah
beberapa kali pembelajaran anak akan lanjut pada kenaikan jilid dan pada tahap
ini anak akan dites oleh guru yang mengkordinator masalah kenaikan bacaan ini,
saat itu terlihat anak pun tertib dalam menunggu antrian agar bisa ikut ujian
yang akan diikutinya, beberapa anak terlihat sangat lancar dalam membaca   Al-Quran. Rauf salah seorang siswa kelas III
di MI As-Salam yang pernah menjuarai tartil tingkat Jawa Timur mengatakan bahwa
dalam kesehariannya membaca Al-Quran dia tidak perlu disuruh lagi oleh orang
tua, dia membaca Al-Quran dari kesadaran dia sendiri. Melihat dari aktifitas
mengaji tersebut peneliti pun ingin mengetahui lebih dalam bagaimana
pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran bagi anak.




[1] Kementerian Pendidikan Nasional Badan
Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum, Bahan Pelatihan : Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan
Nilai-Nilai Budaya Untuk Mebentuk Daya Saing Dan Karakter Bangsa
. (Jakarta:
Pusat Kurikulum, 2010), hlm. 2



[2] Syukri Hamzah, Pendidikan Lingkungan: Sekelumit Wawasan
Pengantar,
(Bandung: Refika Aditama, 2013), hlm. 43



[3] Kementerian Pendidikan Nasional Badan
Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum, Bahan Pelatihan : Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan
Nilai-Nilai Budaya Untuk Mebentuk Daya Saing Dan Karakter Bangsa
. (Jakarta:
Pusat Kurikulum, 2010), hlm. 4



[4] Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Karakter Persepektif Islam,
(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011) memahami hlm. 38-40



[5] Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Karakter Persepektif Islam. hlm
40-41



[6] Kementerian Agama RI. Mushaf Al-Qur’an.
Mikraj khazanah ilmu;Bandung. Hlm. 302



[7] Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Quran. (Pekanbaru;Amzah,2006).
Hlm. 117



[8] Jelia Amelida,
“Komitmen Program Gemmar Mengaji Harus Dimantapkan”,
http://www.koran-sindo.com/read/1017757/151/komitmen-program-gemmar-mengaji-harus-dimantapkan-1435463598.
Diakses pada 6 juli 2015



[9] Sulhi El-Izzi,
“Pemkab Aceh Utara Galakkan Program Mengaji Ba’da
Maghrib”, http://www.kiblat.net/2015/05/29/pemkab-aceh-utara-galakkan-program-mengaji-bada-maghrib/,
diakses pada 5 juli 2015



[10] Dialog Jumat,
http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/14/06/06/n6qgo72-prof-dr-nasaruddin-umar-mengembalikan-budaya-mengaji-umat-islam,
diakses pada 6 juli 2015



[11] Hasil observasi
peneliti dengan melakukan  pengamatan
secara tidak langsung di mesjid al-Falah Junrejo, mesjid Sabilil muttaqin
Junrejo dan mushola Areng-areng selama tinggal di Areng-areng Batu.


Ada beberapa hal yang harus digarisbawahi dari sebuah latar belakang di atas, yaitu setiap peragraf yang berisi teori maupun fakta dan hasil observasi harus mencantumkan footnote ataupun sumber dan catatan penelitiannya, mengapa harus mencantumkan footnote, karena dengan adanya footnote tersebut penelitian kita bisa dipertanggungjawabkan dan bukan hasil dari copas alias plagiat.


Latar belakang kadang menjadi penentu dalam keberhasilan peneliti dalam menarik hati dosen pembimbing dan penguji, sehingga kalau latar belakangnya bagus dan spesifik, maka dosen penguji dan dosen pembimbing pun akan memberikan tanda Acc sebagai tahapan untuk melanjutkan penelitian ke tahap selanjutnya.

semoga artikel tentang latar belakang skripsi tesis jenis penelitian kualitatif ini bisa memberikan masukan kepada anda yang lagi berjuang menyelesaikan skripsi dan tesisnya, semangat terus pantang menyerah, karena wisuda sudah di ujung jalan.

Salam.

Senin, 28 Maret 2016

contoh penulisan abstrak skripsi tesis yang baik

Abstrak merupakan bagian penting dalam sebuah skripsi ataupun tesis, tanpa abstrak maka tidak akan sempurna skripsi tersebut, karena abstrak dalam skripsi ibarat rangkuman dalam sebuah buku, bisa juga kesimpulan dan lebih tepatnya abstrak adalah inti atau point-point terpenting dari sebuah skripsi maupun tesis, sehingga setiap karya tulis tersebut wajib melampirkan abstrak berbahasa Indonesia, Inggris dan Arab. tergantung kebijakan kampus.
banyak contoh-contoh abstrak yang baik, tapi yang paling baik adalah mengikut dari kebijakan kampusnya sendiri, karena tiap kampus mempunyai aturan tersendiri, di sini admin hanya membagikan contoh penulisan abstrak skripsi tesis yang baik, masalah cocok atau tidak bisa dilihat sendiri lah. bagus atau tidak. berikut contohnya : lihat foto abstrak skripsi di bawah.

Baiklah, selanjutnya kita akan bahas keterangan dari foto abstrak tersebut.
yang pertama adalah penulisan identitas kita, yaitu nama lengkap, tahun, judul skripsi atau tesis, program studi atau jurusan, kemudian nama kampus, selanjutnya nama dosen pembimbing 1 dan 2.

Point #1 berisi Latar Belakang Penelitian
di paragraf pertama ini abstrak berisi tentang latar belakang dari penelitian kita, jelaskan secara ringkas saja, kemudian isi dengan rumusan masalah dan tujuan penelitiannya. sehingga hal yang penting pada Bab 1 terbahas di paragraf pertama ini.

Point #2 berisi Metodologi Penelitian
di paragraf kedua ini berisi tentang semua yang berhubungan dengan metodologi penelitian, seperti metode penelitiannya menggunakan penelitian apa, kualitatif atau kuantitatif, kemudian pendekatan penelitiannya apa, selanjutnya tempat penelitian, dan lain sebagainya, kalau dalam skripsi metodologi penelitian ini terdapat pada Bab 3.

Point #3 berisi Hasil Penelitian
paragraf ketiga ini berisi tentang hasil penelitian, bagaimana hasilnya, entah itu berupa data kualitatif ataupun berupa angka yaitu kuantitatif harus dijelaskan di sini, semua paragraf abstrak dijelaskan secara singkat dan padat, namanya juga abstrak.


berikut contoh penulisan abstrak skripsi tesis yang baik
ABSTRAK

Nama Lengkap. 2015. Judul ..................., Skripsi, Program Studi …………....... Universitas………... Pembimbing (1) Dr. H. ………. (2) Dr. ……………...

Kata Kunci :   Pembentukan, Karakter Gemar Membaca Al-Qur’an.

Mempelajari Al-Qur’an tidak hanya sekedar belajar membaca saja; akan tetapi juga memhami tafsirnya, berbagai kemerosotan anak didik sekarang ini, bukan hanya karena keteledoran dalam pembinaannya, tetapi bagaimana memberikan mereka kesadaran tersendiri sehingga mereka mampu mengontrol akhlak mereka dalam menghadapi kemajuan global saat ini. Pembelajaran Al-Qur’an lah kunci utamanya, dengan terbentuknya karakter anak yang gemar membaca Al-Qur’an maka terbentuklah akhlak anak yang Qur’ani. Tujuan penelitian ini adalah Pertama, Mendeskripsikan secara detail tentang   pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran anak di SDI ..... dan MI ........ Kedua, Mendeskripsikan secara detail hal yang memotivasi anak sehingga menumbuhkan karakter gemar membaca Al-Quran anak di ....... dan MI ..........
Penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan rancangan multisitus, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan penelitian adalah Kepala Sekolah, Kordinator Guru metode Ummi, Kordinator guru metode Tahfidz, guru metode Ummi, siswa dan orang tua. Setelah data diperoleh kemudian data di analisis dengan analisis situs tunggal dan analisis data lintas situs. Kemudian pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data sumber dan metode.
Dalam penelitian ini peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yaitu Pertama,   pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an : pembelajaran membaca Al-Qur’an di dua sekolah menggunakan metode Ummi, dengan proses pembelajaran yang sama tetapi dengan teknik yang berbeda, dan dengan guru yang akrab dengan muridnya. Pembelajaran lebih bersifat mendidik, menyayangi, sabar dan menyenangkan. Kedua, hal yang memotivasi siswa dalam pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an : (1) motivasi dari guru, berbagai arahan dan motivasi dari guru berbentuk dukungan dan cerita yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadits, kemudian berbagai jenis reward yang berupa materi maupun pujian. (2) Motivasi siswa, ingin mendapatkan hadiah maupun pujian dari guru dan orang tua, kesadaran sendiri karena terbiasa membaca Al-Qur’an, persaingan, (3) motivasi dari orang tua, memberikan hadiah dalam pencapaian prestasinya, mengingatkan anak, memberikan waktu yang cukup dalam belajar dan bermain, mengontrol anak sebaik mungkin.
Baca juga :
Contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis
cara print format buku di microsoft word

contoh penulisan abstrak skripsi tesis yang baik semoga tips skripsi ini bisa memberikan manfaat bagi sobat sekalian, terus semangat dalam mengerjakan skripsi dan tesisnya, dan jangan pernah menyerah, karena perjuangan kuliah anda tinggal di ujung jalan. jalan terus dan wisuda menanti anda. Salam

Minggu, 27 Maret 2016

Contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis

Contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis - Dalam melakukan penelitian skripsi atau tesis maka dibutuhkan yang namanya
pedoman penelitian atau instrumen observasi yang nantinya adalah menjadi pegangan kita dalam melakukan penelitian, sehingga ketika kita akan terkontrol dan tidak keluar jalur, dan hasil penelitian pun semakin bagus, pada postingan kali ini saya ingin membagikan bagaimana contoh instrumen observasi dalam melakukan penelitian lapangan, contoh di bawah ini adalah tentang membentuk karakter anak gemar membaca Al-Qur'an, berikut contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis

INSTRUMEN OBSERVASI

Hari :
Tanggal          :
Jam/Lokasi    :


Fokus
Observasi

Jenis
Kegiatan Yang Diobservasi

KUALIFIKASI

ADA

TIDAK

Pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an


1.
Perangkat
Pendukung

a.
Kebijakan

b.
Sumber daya

c.
Sarana dan
prasarana

d.
Lingkungan

e.
Waktu

2.
Pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an
di sekolah

a.
Kegiatan
belajar mengajar

b.
Kemampuan
guru

c.
Metode
mengajar

d.
Teknik
mengajar

e.
Motivasi
mengajar

f.
Motivasi
siswa belajar

3.
Pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an
di rumah

a.
Kegiatan
membaca Al-Qur’an

b.
Waktu

c.
Sarana dan
prasarana

d.
Peran
orangtua

e.
Motivasi
orangtua

f.
Motivasi anak


selanjutnya yang kedua adalah contoh transkrip wawancara dalam melakukan penelitian kualitatif, transkrip wawancara ini sangat dibutuhkan, mengingat berbagai hal yang kita dapatkan dalam penelitian harus tertulis sebagaimana mestinya sehingga bisa dipertanggungjawabkan ketika sidang skripsi dan tesis, selain itu untuk melengkapi transkrip wawancara ini bisa juga ditambahkan dengan rekaman suara narasumber, lebih tepatnya kita menjadi wartawan sehari.

TRANSKRIP  WAWANCARA

Fokus
penelitian          : Pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran

Partisipant
:

Tempat
:

Waktu
:



Pewawancara
: Metode apa yang digunakan dalam
mengajar Al-Quran di sini?

Guru                  : Metode Ummi

Pewawancara    : Mengapa memilih metode Ummi di sekolah
ini?

Guru                  : Metode
ini tergolong baru ya, kemudian juga diajarkan oleh orang-orang berpengalaman,
enak dipahami, bagus dan cocok, outputnya untuk memahamkan tajwid praktis, dan
sebelum Pewawancara di sini metode Ummi ini sudah diterapkan di sekolah ini.

Pewawancara
: Bagaimana cara memotivasi anak agar
rajin membaca Al-Quran?

Guru                  : Untuk masalah
memotivasi itu tergantung dari guru pengajarnya, tiap guru mempunyai cara
tersendiri dalam memotivasi anak didik.

Pewawancara    : Dari anda sendiri bagaimana?

Guru                  : Dengan
memberikan reward bagus, kemudian ada motivasi tersendiri pada pembukaan dan
penutup pembelajaran.

Pewawancara    : Bagaimana rata-rata
kemampuan anak di sekolah ini dalam membaca Al-Quran?

Guru                  : Kemampuan
beragam, dari grafik itu kemampuan anak-anak rata tengah.

Pewawancara
: Bagaimana mengontrol siswa dalam
membaca Al-Quran?

Guru                  : Dengan
membagi-bagi mereka ke dalam kelompok kecil, ada 15 guru menbaca Al-Quran
sehingga setiap kelompok itu sekitar 5 anak. Dan anakpun dapat lebih mudah
dikontrol.

Pewawancara    : Bagaimana mengatasi
siswa yang sulit ataupun lambat dalam membaca Al-Quran?

Guru                  : Anak dikelompokkan
dalam satu kelas kecil, dan satu guru untuk dua anak.

Pewawancara
: Bagaimana cara mengatasi anak yang
ribut ?

Guru                  : Anak ditegur,
kemudian anak yang sudah selesai membaca diharapkan untuk kembali ke
kelompoknya.

Pewawancara
: Bagaimana cara evaluasi anak yang
sudah membaca Al-Quran?

Guru                  : Anak yang
sudah selesai dalam tahapannya dan akan naik jilid maka diwajibkan menyetor
dulu kepada Pewawancara sebagai kordinator, anak minimal mendapatkan nilai B
untuk bisa lanjut ke jilid selanjutnya.

Pewawancara    : Bagaimana target
anak dalam satu semester?

Guru                  : Target
persemester anak bisa menyelesaikan dua jilid, kemudian nanti ketika kelas 6
anak akan uji publik menampilkan kemampuan mereka di depan orang tua.

Pewawancara    : Adakah prestasi anak dalam membaca
Al-Quran ?

Guru                  : Sangat
banyak anak berprestasi dalam membaca Al-Quran, seperti Siswa kelas 3a, siswa
kelas 3B, Siswi kelas 5, Ruqayyah kelas 4,

Pewawancara    : Adakah kewajiban anak ketika di rumah?

Guru                  : Hanya sebuah
anjuran saja, agar kiranya di rumah kembali mengulang dan melanjutkan latihan
membaca Al-Quran.

Pewawancara    : Adakah kerjasama dewan guru dengan orang
tua siswa?

Guru                  : Ada,
ketika rapat dewan guru bersama orang tua siswa, agar kiranya anak diperhatikan
tentang apa yang dipelajarinya dan diulangi di rumah

Dalam melakukan wawancara maka catatlah sedemikian rinci apapun yang diucapkan oleh narasumber, sehingga data akan banyak kemudian akan dilakukan reduksi data atau memilih mana data yang perlu dipertahankan dan mana data yang harus dibuang, agar hasil penelitian itu menjadi lebih fokus dan baik. selain itu dalam melakukan wawancara penelitian skripsi dan tesis anda harus mempersiapkan sebaik mungkin instrumen observasi sehingga bahan yang ditanyakan itu akan banyak dan menggali informasi-informasi baru untuk hasil penelitian yang lebih baik lagi.
semoga postingan tentang Contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis bisa membantu anda. Salam.