Tampilkan postingan dengan label Evaluasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Evaluasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2020

Berbagai Jenis Tabungan yang sangat Penting untuk Masa depan

Tabungan adalah salah satu bentuk simpanan yang dengan  untuk keperluan di masa depan, ada banyak alasan seseorang kenapa menabung, mungkin alasan terbesarnya artinya untuk menyimpan uang yang berlebih, alasannya seseorang yang mempunyai uang lebih sempurnanya akan sulit untuk menyimpan sendiri, oleh alasannya itu butuh suatu tabungan. nah, kali ini kami akan memkepadakan sejarah tabungan dari waktu ke waktu dan juga jenis tabungan;







































  Photo by : https://mediakonsumen.com

1.    Celengan
Celengan adalah bahasa paling ringan untuk semua kalangan, terlebih celengan artinya suatu pembelajaran yang kita ajarkan kepada anak agar suka menabung dan berhemat, tapi jangan salah, sampai tuhansa pun masih banyak yang menggunakan celengan sebagai tabungan kehidupannya, bahkan ada yang menggunakan celengan sebagai tabungan untuk naik haji, dan lain sebagainya, bukan alasannya apa juga sih, cuma memang kebanyakan dari masyarakat yang masih menggunakan celengan sampai ketika ini alasannya belum mengerti perihal bank atau ada suatu perasaan cemas dan khawatir terhadap bank, sesampai mereka lebih biasa menggunakan celengan. atau menukarnya dengan emas, kemudian emas itu yang dikumpulkan sebagai tabungannya.

2.    Tabungan
Tabungan mungkin rata-rata masyarakat ketika ini sudah menggunakannya, contohnya ya tabungan di bank, ada banyak bank pemerintah dan swasta yang ketika ini siap menjadi media penyimpanan uang anda, entah itu yang konvensional maupun yang syariah, aku langsung pun menggunakan kedua bank tersebut, sebenarnya sih pengennya khusus menggunakan bank syariah saja, tetapi alasannya layanannya masih kurang untuk aktifitas di internet, maka aku memutuskan untuk menggunakan kedua bank tersebut. untuk menunjang dan memperbeliah aktifitas di online, maka aku menggunakan bank konvensional, sedangkan untuk simpanan langsung aku menggunakan bank syariah.

3.    Investasi
Investasi yang aku kutip dari wikipedia artinya suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berkorelasi dengan keuangan dan ekonomi. istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu keinginan menerima keuntungan pada masa depan. terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. ini artinya kebalikan dari divestasi pada aset yang lama, jadi istilahnya mirip menyimpan uang dan kemudian uang kita tersebut digunakan untuk banyak sekali hal yang mampu berkepada dananya, istilahnya kita menyimpan uang kepada orang untuk uang tersebut sebagai modal dia, kemudian keuntungannya akan dikepada, tergantung perjanjian juga nanti bagaimana, jikalau kepada yang akan terjadi itu artinya sistem yang digunakan oleh bank-bank syariah ketika ini, sedangkan bank konvensional mungkin menggunakan istilah bunga, jadi setiap bulan akan menerima bunga berapa persen, tergantung dari ketetapan bank tersebut, kesimpulannya semakin banyak anda berinvestasi, semakin besar keuntungan yang anda dapatkan.
Jikalau aku langsung lebih suka berinvestasi dalam bentuk tanah, rumah maupun emas, alasannya semakin waktu semakin naik harga tersebut, sesampai kepada anda yang punya banyak tanah, apalagi emas, maka suatu hari jikalau disimpan terus maka akan cepat kaya.
 
Tabungan masih banyak jenis lainnya, namun dalam catatan singkat ini, kami hanya mampu memkepadakan 3 point paling penting tersebut, dan jikalau disimpulkan dari awal, maka celengan adalah kepadaan tabungan yang paling tua umurnya, mengingat celengan digunakan dari zaman dulu kala sampai zaman modern sekarang, dan ketika ini sudah banyak masyarakat beralih ke dalam bentuk tabungan dan investasi, ada istilah lain yaitu deposito, yang pengertiannya juga kurang lebih mirip investasi tersebut.

Minggu, 15 Oktober 2017

Penilaian sosiometri dalam Evaluasi Pembelajaran

Penilaian Sosiometri dalam Evaluasi Pembelajaran
Banyak ditemukan-”di lingkungan sekolah-"siswa yang kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. ia tampak murung, mengasingkan diri, mudah tersinggung, bahkan over acting. Kondisi ini perlu diketahui oleh guru dan dicarikan upaya untuk memperbaikinya. Karena, hal ini dapat mengganggu proses belajar siswa. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan dengan teknik sosiometri. Dengan teknik ini, dapat diketahui posisi siswa dalam hubungan sosialnya dengan siswa lainnya. Misalnya, siswa yang terisolasi dari kelompoknya atau yang paling disukai oleh teman-temannya. Sosiometri dapat dilakukan dengan cara menyuruh siswa di kelas untuk memilih satu atau doa orang teman yang paling disukai ataupun yang kurang disukainya. Dengan cara tersebut, maka dapat diketahui siswa mana saja yang menghadapi kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya, kemudian diberi bantuan.
Sosiometri adalah suatu penilaian untuk menentukan pola pertalian dan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok. Sehingga, sosiometri merupakan alat yang tepat untuk menilai hubungan sosial dan tingkah laku sosial dari murid-murid dalam suatu kelas yang meliputi struktur hubungan individu, susunan antarindividu, dan arah hubungan sosial. Sehingga,“ dengan demikian, seorang guru dapat mengetahui bagaimana keadaan hubungan sosial dari tiap~tiap anak dalam suatu kelompok atau kelas. Langkah yang ditempuh guru dalam sosiometri ada tiga. yaitu: .
Langkah Pemilihan teman.
Di sini, guru menyuruh semua murid untuk memilih teman-temannya yang disenangi secara berurutan sebanyak Satu atau dua anak. Dalam memilih, perlu disebutkan alasan mengapa harus memilih teman itu.
Contoh:
Nama : Tono
Kelas ' .lllA
Teman yang saya pilih:
1. Candra (karena aktif belajar dan pandai)
2. Sumarsono (karena tegas dalam berbicara)
3. _Nunung '(karena penurut)
2. Langkah pertabelan,
 Guru membuat tabel dalan materi tes sosiometri dari data yang telah diperoleh dalam langkah pemilihan teman. Misalnya, setiap anak memiiiici 2 dari 6 orang.
 Langkah pembuatan gambar (sosiogram).
 Dari data yang telah kita buat dalam metrik sosiometri, dapat pula kita buat sebuah peta atau sosiogram. Dalam pembuatan sosiogram, usahakan anak yang paling banyak dipilih diletakkan di tengah-tengah, agar dapat mudah diketahui siapa yang paling banyak dipilih. '.Dengan melihat hasil sosiometri, kita dapat mengetahui bagaimana kedudukan dan ”relasi “sosial dari masingmasing anak dalam kelompok. Sehingga, hasil dari sosiogram ini dapat dibuat pertimbangan untuk menilai sikap sosial anak dan kepribadiannya dalam kelompok.
Sosiometri sebagai 'alat penilaian nontes sangat bergtjna bagi guru dalam beberapa hal, antara lain untuk pembentukan kelompok dalam menentukan kelompok kerja (pembagian tugas), untuk pengarahan dinamika kelompok, serta untuk memperbaiki hubungan. individu dalam kelompok dan memberi bimbingan kepada setiap-anak.
Sumber : Buku Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar,  Sigit Pramono.

Jumat, 24 Juni 2016

Penilaian Portofolio dalam Evaluasi Hasil Belajar

Penilaian Portofolio merupakan salah satu bentuk penilaian dalam evaluasi pendidikan, penilaian ini merupakan jenis penilaian non tes yaitu cara menilainya dengan menghitung atau menilai peserta didik melalui berbagai kegiatan yang telah dijalaninya, atau menilai dari berbagai tugas portofolio semacam koleksi ataupun tugas yang bersifat mengumpulkan, seperti dalam pengertian singkatnya tentang portofolio, contoh penilaian portofolio ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti suatu checklist kegiatan ibadah anak dalam sebulan di bulan Ramadhan, anak-anak harus mengisi list setiap dia selesai sholat 5 waktu, kemudian dia puasa, dan berbagai isian list lainnya, contoh yang lain dari penilaian portofolio seperti tugas siswa membuat kliping dari sebuah peta dunia, kemudian siswa mengatur secara teratur dari peta amerika, asia, afrika dan belahan dunia lainnya.

tujuan Penilaian Portofolio
ilustrasi penilaian portofolio foto:pendidikanumum.com

Depdiknas menegaskan bahwa tujuan portofolio adalah

•    Memperlihatkan perkembangan pemikiran
•    Menunjukkan suatu pemahaman dari konsep, topik dan isu
•    Mendemonstrasikan perbedaan bakat
•    Mendemonstrasikan kemampuan untuk berkreasi
•    Mendokumentasikan kegiatan selama periode waktu
•    Mendemonstrasikan kemampuan karya seni
•    Mendemonstrasikan  kemampuan mengintegrasikan teori dan praktik
•    Merefleksikan nilai-nilai individual atau pandangan secara lebih luas

Contoh portofolio
Hasil proyek penyelidikan
Hasil kerja siswa dengan menggunakan alat rekam
Gambar atau laporan hasil pengamatan
Deskripsi atau diagram pemecahan suatu masalah
Laporan kerja kelompok
Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran
Penghargaan tertulis
Hasil karya berupa tulisan atau ringkasan

Prinsip penilaian portofolio
Mutual trust (saling mempercayai)
Confidentiality (kerahasiaan bersama)
Joint ownership (milik bersama)
Satisfaction (kepuasan)
Relevance (kesesuaian)
Penciptaan budaya mengajar
Refleksi bersama
Proses dan hasil

Jenis penilaian portofolio

Dilihat dari Jumlah peserta didik :
•    Perorangan
•    Kelompok

Dilihat dari sistemnya
•    Portofolio proses
•    Portofolio produk

Penilaian penampilan
Penilaian Portofolio
Penilaian Penampilan Portofolio



Lembar Penilaian dokumen
Lembar Penilaian Dokumen Portofolio

sumber Referensi tentang penilaian portofolio :
Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014.

Kamis, 05 Mei 2016

Panduan Membuat Instrumen Penilaian Sikap

Kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari 3 ranah kemampuan anak didik : kognitif, afektif, dan psikomotorik. proses belajar mengajar dalam kurikulum 2013 sangat menekankan pembentukan karakter anak yang memuat semua aspek kemampuan tersebut.

sehingga sekarang ini, berbagai teknik penilaian digunakan untuk melihat bagaimana kemampuan anak dari ketiga ranah tersebut, tetapi berbagai tes penilaian hanya bisa mengetahui sisi kognitif anak, sedangkan sisi afektifnya masih terasa kurang.


untuk itulah penilaian afektif (sikap) ini mulai digunakan untuk terbentuknya karakter anak yang lebih baik.
cara Membuat Instrumen Penilaian Sikap
Panduan Membuat Instrumen Penilaian Sikap

Apa itu Penilaian Sikap?

penilaian sikap merupakan salah satu cara menilai anak didik dengan cara mengamati sikapnya, ada beberapa objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran :

  • bagaimana Sikap siswa terhadap materi pelajaran

  • bagaimana Sikap siswa terhadap guru ataupun pengajar

  • Sikap siswa terhadap proses pembelajaran

  • Sikap siswa berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran

  • Sikap-sikap lain yang dimuat dalam tujuan pendidikan, baca juga tentang perencanaan evaluasi : tujuan penilaian

Teknik Penilaian Sikap

  1. Observasi perilaku siswa, Guru melakukan observasi siswa, cara lain bisa dengan menggunakan instrumen membuat buku catatan harian siswa

  2. Melalui laporan pribadi, misalnya siswa diminta membuat ulasan tentang berita terbaru yang ada

  3. Pertanyaan langsung

  4. Skala Sikap

instrumen membuat skala sikap
Pedoman Penskoran Skala Sikap

dalam melakuka penilaian skala sikap, kita tidak bisa menilai seperti tes objektik, sikap mempunyai cakupan yang luas, diperlukan berbagai dimensi yang menjadi indikator, sehingga memudahkan kita dalam menilai siswa.

Deskripsi Penetapan Skor Sikap

untuk mengetahui berbagai instrumen penilaian sikap, ada indikator-indikator yang harus diperhatikan dalam menilainya, silahkan download indikator instrumen penilaian sikap di sini, sumber otoseven.wordpress.com dengan tabel Depdiknas.

Tabel Daftar Penilaian Sikap

berikut ini contoh daftar penilaian sikap anak, ada 10 indikator, bisa dikembangkan tergantung kebutuhan dalam mengamati sikap dan tingkah laku anak didik.

dengan teknik penilaiannya :



Sumber buku : Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014. hlm. 131-148

Sabtu, 16 April 2016

Cara membuat soal essay atau soal uraian

Panduan membuat soal uraian -cara membuat soal essay atau soal uraian lengkap dengan rumus menghitung soal essay dan pedoman penskoran soal essay atau uraian.
cara membuat soal essay atau soal uraian terbatas dan tidak
cara membuat soal essay atau soal uraian

Tes uraian adalah tes yang mengedepankan nilai subjektivitas peserta didik. Tes uraian menuntut peserta didik untuk mengorganisir gagasan, menuangkan, mengekspresikan, dan menganalisis dalam bentuk tulisan.
Dalam tes uraian, siswa memilih, merespon dan menjawab pertanyaan.

Cocok untuk mata pelajaran : IPS, MTK, Sains.
Beberapa kemampuan yang dapat diukur :

  • Menyeleksi

  • Mengorganisasi

  • Menginterpretasi

  • Menghubungkan

  • Mengevaluasi

  • Menganalisis

  • Membandingkan

  • Menjelaskan hubungan sebab akibat

  • Mendeskripsikan aplikasi

  • Memberikan argumen yang relevan

  • Memformulasikan hipotesa

Selain dari hal tersebut, tes uraian juga dapat mengukur kemampuan menulis peserta didik, tidak semua peserta didik dapat menulis ide dan gagasan yang baik.

Jenis tes uraian

1. tes uraian terbatas
Bentuk soal yang mempunyai butir-butir soalnya mempunyai jawaban yang lebih pasti, bagi guru apakah soal yang dibuat sesuai dengan aturan atau tidak.

Contoh soal MTK
Sebuah bak penampung air berbentuk balok dengan ukuran 150 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 75 cm, mampu menampung berapa liter kah penampungan tersebut?

Contoh soal uraian terbatas
Penjaskes
Mengapa seorang pemain sepakbola sangat membutuhkan unsur daya tahan tubuh?.........skor 2

IPS
2. Jelaskan dua situasi yang menunjukkan penggunaan hukum permintaan dan penawaran? ……………skor 2

Tes uraian tak terbatas

Tes ini menguji secara lebih kompleks, peserta didik mempunyai kebebasan untuk mengekspresikan gagasan, pemahaman, penafsiran, serta pemaknaannya dalam bentuk tulisan.
Peserta didik akan diuji pemahaman dan kemampuan menulis pemahaman.

Langkah penskorannya
Tuliskan garis garis besar jawaban sebagai kriteria jawaban
Tetapkan rentang skor untuk setiap kriteria jawaban
Pemberian skor tergantung pada kualitas jawaban siswa
Periksalah satu soal satu soal sebelum pindah ke soal lain, untuk menghindari pemberian skor berbeda.

Hitung nilai soal dengan rumus :
Nilai tiap soal :……… x bobot soal
skor maksimum tiap butir soal :………..
Jumlahkan semua nilai yang diperoleh dari semua soal, maka akan didapatkan nilai akhir.

Contoh soal uraian tak terbatas
Faktor apa saja yang membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia? Jelaskan dengan singkat! Skor 25
Buatlah uraian  tentang teori tata surya yang dikemukakan copernikus, dan bagaimana menurut kamu saat ini! Skor 30

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar objektivitasnya terjaga

  1. Menyusun perencanaan yang baik

  2. Pertimbangkan ruang lingkup soal, kedalaman dan panjang jawaban peserta didik

  3. Ketika selesai menyusun soal, guru juga menyusun jawaban dan pedoman penskoran

  4. Ketika memeriksa usahakanlah menyembunyikan identitas siswa atau nama siswa diganti dengan kode.

Teknik penskoran tes uraian essay ada dua teknik :

  • Penskoran analitis yaitu caranya penskor menentukan daftar  unsur-unsur yang harus dinilai, daftar itu kemudian diberi angka. Contoh seperti tes uraian terbatas.

  • Penskoran holistik, ada beberapa langkah
    Menentukan kualitas, dengan cara guru menyesuaikan jawaban siswa kriteria jawaban kita.
    Menyediakan pedoman penskoran.

Pedoman penskoran soal essay uraian Bahasa Indonesia

berikut cara membuat soal essay atau soal uraian yang terbatas maupun yang tak terbatas lengkap dengan cara menghitung nilai soal essay uraian dengan pedoman penskorannya.

semoga bermanfaat

Minggu, 03 April 2016

Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian

Prosedur Penilaian ataupun proses pelaksanaan evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar tergantung pada pelaksanaan evaluasi, pemilihan model penilaian (tes atau nontes)
dan tujuan evaluasi

Prosedur penilaian

  1. Perencanaan penilaian
  2. Pelaksanaan penilaian
  3. Analisis hasil penilaian
  4. Tindak lanjut hasil penilaian
  5. Pelaporan hasil penilaian
Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian
Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian
Perencanaan penilaian
Awal tahun guru membuat pemetaan tentang jenis penilaian yang akan digunakan pada semua kompetensi
Menyusun indikator dan mengembangkan alat penilaian
Merancang strategi pelaksanaan penilaian
Pembuatan rancangan program remedial
Penetapan kriteria ketuntasan minimal (KKM)
Kontrol pelaksanaan evaluasi
Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya simpang siur dalam pelaksanaan evaluasi serta untuk menyelaraskan antara perencanaan evaluasi dengan pelaksanaan evaluasi.
Contoh seorang anak yang mencontek, maka hal ini sebagai refleksi, antara guru, sekolah dan orang tua, bagaimana guru mampu mengamati sikap dan prilaku anak didik
Mengolah data evaluasi
Data diolah menjadi lebih simpel dan sederhana
Data bersifat kuantitatif, maka mengolah data dengan bantuan statistik, kemudian dijadikan tabel ataupun diagram.

Ada beberapa langkah dalam pengolahan data
Memberikan skor terhadap hasil siswa
Mengganti skor yang mentah menjadi standar
Mengubah skor standar ke dalam bentuk nilai, bisa angka ataupun huruf
Menganalisis soal, entah itu aspek kesukaran maupun lainnya.
Langkah selanjutnya menafsirkan data, kemudian melahirkan keputusan yang membutuhkan pertimbangan norma, dan norma berdasarkan kesepakatan bersama oleh guru di sekolah

Pelaporan hasil
Hasil evaluasi tidak hanya bagi guru dan siswa, tetapi juga kepada kepala sekolah, pengawas, pemerintah, mitra sekolah dan orang tua.
Isi laporan dilaporkan ke pemerintah sebagai salah satu alat pemetaan.
Isi laporan memuat beberapa komponen, profil belajar siswa, akademik, fisik, sosial, emosional, perkembangan belajar, serta peran dan kontibusi dalam pembelajaran, aktif atau tidak.

Yang perlu diperhatikan
Tes lisan, aspek :
  • Tempat
  • Cara berkomunikasi dan bertanya
  • Teknik pembagian soal
  • Berbagai teknik persoalan lainnya (kelompok, perorangan, waktu, dll)
Tes lisan
  • Guru harus membangun suasana yang mengalir, membuat peserta didik bicara tanpa rasa beban dan gugup
  • Guru membangun suasana yang menyenangkan
  • Guru tidak boleh merasa simpati/kasihan ketika anak tidak bisa menjawab
  • Biarkanlah peserta didik duduk 2menit , dengan memulai percakapan, pengalaman, identitas. dll
Tes Tertulis
Dengan mengikuti prosedur dan perencanaan tersendiri, guru harus memahami model-model instrumen soal serta teknik melaksanakannya
                                                                                                                           
Sumber Buku : Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014.
 Baca juga

  • Makna evaluasi dan perbedaanya dengan penilaian dan pengukuran
  • Perencanaan evaluasi
  • Peran dan fungsi evaluasi
Berikut ini Slide Power Point tentang Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian


Semoga artikel tentang Proses Pelaksanaan Evaluasi : Prosedur Penilaian kali ini membantu, silahkan share kalau bermanfaat
Salam

Sabtu, 02 April 2016

Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan

Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan - pembelajaran kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi sekolah, bagaimana evaluasi itu berperan dalam keberhasilan sekolah dan kesuksesan pembelajaran,

Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan
Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan
Berikut penjelasannya

Fungsi Penilaian
Penilaian berfungsi sebagai refleksi keberhasilan perencanaan dan proses pelaksanaan pembelajaran.
Penilaian sebagai proses pengukur suatu tindakan mempunyai 3 fungsi :
  • Mengukur kemajuan
Menunjang penyusunan rencana
Memperbaiki atau menyempurnakan kembali
  • Bagi Guru
Penilaian berfungsi untuk mendiagnosis kesulitan peserta didik.
Berfungsi sebagai bimbingan, guru dapat memberikan petunjuk dan bimbingan.
  • Bagi Siswa
Alat ukur untuk mengukur prestasi belajar siswa setelah menempuh proses belajar mengajar
Setelah hasil penilaian, dapat berfungsi sebagai motivator dalam pembelajaran (feedback).

Penilaian dalam kelas harus berfungsi untuk :
  1. Mengidentifikasi ketuntasan keterampilan yang dicapai siswa

  2. Memotivasi keterlibatan siswa dalam belajar

  3. Mengembangkan sikap positif siswa

  4. Memberi balikan kepada siswa

  5. Menentukan tingkatan pencapaian siswa

  6. Mengevaluasi keefektifan belajar siswa
Penilaian dalam pembelajaran hendaknya diarahkan pada :
#1 Keeping track,
Untuk menelusuri agar proses pembelajaran anak didik sesuai dengan rencana
#2 Checking up
Untuk mengecek kelemahan-kelemahan anak didik dalam pembelajaran
#3 Finding out
Untuk mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan kelemahan dan kesalahan dalam pembelajaran
#4 Summing up
Untuk menyimpulkan apakah anak didik telah mencapai kompetensi yang ditetapkan atau belum

Hasil penilaian berguna untuk :

  1. Umpan balik bagi siswa untuk mengetahui kekurangan dan kelemahannya sehingga termotivasi untuk memperbaiki hasil belajarnya
  2. Memantau kemajuan dan mediagnosis kemampuan belajar siswa sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan kemajuan dan kemampuannya
  3. Memberkan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas
  4. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda beda
  5. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendidikan sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan.



Peran dan Fungsi Evaluasi Pendidikan ini bersumber dari Buku Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014
moga postingan ini bermanfaat bagi pembaca, Salam pendidikan

Kamis, 31 Maret 2016

Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilaian dan menyusun kisi-kisi soal

Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilaian dan menyusun kisi-kisi soal - Dalam bukunya Sigit Pramono, perencanaan adalah konsep dasar setiap kegiatan, termasuk evaluasi pembelajaran. melakukan sesuatu tanpa perencanaan dama halnya dengan orang buta berjalan tanpa tongkat, dia bisa nyasar dan bisa pula tepat sasaran.evaluasi dengan perencanaan yang matang akan menghasilkan hasil yang berbeda dengan proses evaluasi tanpa perencanaan.(2014:26)

Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilaian dan menyusunkisi-kisi soal
Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilaian dan menyusunkisi-kisi soal
Perencanaan bisa juga disebut konsep maupun planning, sehingga dalam evaluasi pun dibutuhkan perencanaan agar apa yang diharapkan dalam pembelajaran berjalan dengan baik.

Dalam perencanaan program evaluasi ada berbagai hal yang harus diperhatikan,  yaitu :

1. Menentukan Tujuan Penilaian
Tujuan penelitian merupakan fondasi utama untuk menentukan ruang lingkup materi, jenis, dan karakter penilaian. guru jangan sampai menentukan tujuan penilaian secara umum karena ruang lingkupnya luas sehingga yang terjadi adalah kurang fokus. guru harus menentukan tujuan penilaian dengan beberapa kerangka :
  1. Fomatif  yaitu apakah penilaian itu berguna untuk proses pembelajaran.

  2. Sumatif yaitu dalam menentukan keberhasilan anak didik dalam  menyerap materi.

  3. Diagnostik yaitu mengidentifikasi kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran.
2. Mengidentifikasi Kompetensi
Kompetensi yang akan dinilai meliputi kapasitas pengetahuan, keterampila dan sikap.

3. Menyusun kisi-kisi soal

langkah pertama dalam menyusun kisi-kisi soal adalah menganalisis silabus, menyusun kisi-kisi, membuat soal, menyusun lembar jawaban, dan menyusun program penskoran.
dan kisi-kisi harus Refresentatif artinya
kisi-kisi mewakili kurikulum sebagai sampel yang akan dinilai oleh guru. (2014:29)
Kedua, Soal harus terurai dengan jelas dan mudah dipahami
Ketiga, Soal sesuai indikator

Dalam kisi-kisi terdapat dua komponen utama, yaitu komponen identitas dan komponen matriks,
komponen identitas mencakup aspek jenis sekolah atau jenjang sekolah, mata pelajaran, kurikulum yang diacu, tingkat kelas, alokasi waktu, serta jumlah soal.
komponen matriks mencakup kompetensi dasar, materi, jumlah soal, jenjang kemampuan, indikator, serta nomor urut.
kemudian dalam membuat soal tidak mungkin memasukkan semua materi dalam tes, sehingga kita perlu memilah milih materi yang penting saja,

Ada beberapa aspek dalam memilih materi yang perlu diperhatikan, yaitu :
- urgensi, materi yang secara teoritis dikuasai oleh siswa.
-kontinuitas, guru memilih materi yang berkesinambungan dari materi sebelumnya. materi bisa dipilih berupa pendalaman dari satu atau lebih, dengan begitu peserta didik tidak akan mengalami keterputusan pengetahuan.
-nilai kegunaan, materi yang dipilih lebih baik materi yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat atau sesuai dengan realita.
-relevansi, materi yang dipilih berupa pokok bahasan yang berkaitan dan diperlukan untuk mempelajari atau memahami bidang studi lain.(2014:31)

4. Mengembangkan Draf instrumen
Menggunakan bahasa yang mudah dipahami
Jangan mengutip langsung dari buku
Soal tidak memberi isyarat jawaban bagi soal lain
Inti soal harus dirumuskan secara tegas, lugas dan jelas Setiap soal harus menggunakan EYD Bahasa yang digunakan harus komunikatif dan interaktif

5. Menguji validitas soal

Soal dikatakan berkualitas atau tidak apabila melalui tahap uji coba. Tujuannya untuk mengetahui lebih jauh di lapangan, ihwal soal mana yang perlu diubah atau diperbaiki, dan soal mana yang dipertahankan.(2014:36)
                                                                                                    
Daftar Pustaka
Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014.



Di atas adalah slide power point tentang Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilain dan menyusun kisi-kisi soal silahkan download power point evaluasinya, semoga bisa membantu dan memberikan informasi tambahan bagi anda, bisa untuk tugas makalah evaluasi.