Minggu, 25 September 2016

Apa yang dilakukan orang berfilsafat

Apa yang dilakukan orang berfilsafat, pertanyaan tersebut sangat tepat bagi mereka yang mencari makna dan definisi tentang seluk beluk filsafat. baca juga : pengertian filsafat, filsafat dari berbagai aspek.
Apa yang dilakukan orang berfilsafat
Apa yang dilakukan orang berfilsafat foto:frewaremini.com
Berfilsafat menggunakan berbagai cara pemikiran :
  1. Berfikir teoretik (contoh terjadinya gerhana)
  2. Berfikir kritik (contoh tidak bisa menerima suatu hal yang diluar akal)
  3. Berfikir mendalam (contoh memikirkan sebab terjadinya kecelakaan)
  4. Berfikir menyeluruh (contoh memikirkan alam semesta, kebahagiaan)
  5. Rasional 
  6. Mendasar
  7. Bebas
Apa yang difilsafatkan :
  • Filsafat membahas sesuatu yang benar-benar dapat ditangkap oleh indra, dilihat, diraba, dirasa, dll 
  • Membahas tentang Ada tetapi tidak bisa ditangkap mata
  • Ada yang hanya ditangkap oleh pikiran (konsep)
  • Bersifat kemungkinan ada (makhluk ruang angkasa)
Tujuan orang berfilsafat :
ada dua tujuan orang berfilsafat, yaitu Tujuan subjektif yang berarti dia berfilsafat untuk dirinya sendiri dan tujuan objektif yang berarti untuk diri sendiri dan dengan pemikirannya tersebut dia mempengaruhi orang banyak.

Bagaimana berfikir berfilsafat :
berfikir berfilsafat dimulai dari ketidaktahuan, ketidakmengertian, keraguan, dll sebagai contoh mengapa seseorang dinamakan manusia atau seperti apakah manusia yang bahagia, Sigmund freud mengatakan segala perbuatan manusia itu hakikatnya untuk memenuhi kebutuhan, dorongan, nafsu seksual.

diambil dari buku Filsafat Pendidikan oleh Dr. Soegiyono
itulah uraian singkat tentang apa yang dilakukan orang berfilsafat, dan tentang cara berfikir lainnya. semoga bermanfaat

Sabtu, 13 Agustus 2016

Pengertian Filsafat Menurut para Filosof Terkenal

Tulisan kali ini merupakan postingan lanjutan dari pengertian Filsafat dari berbagai aspek. yang mana tulisan sebelumnya hanya membahas dari asal kata, dan kali ini dari beberapa para filosof terkenal di dunia maupun di Indonesia khususnya. seperti yang kita ketahui bahwa Filsafat ini adalah ilmu yang sangat luas, sehingga untuk membahas berbagai kajian filsafat tersebut dibutuhkan waktu yang panjang,
Pengertian Filsafat Menurut para Filosof
Aristoteles merupakan salah satu ahli filsafat dunia
sehingga dalam blog ini saya fokuskan untuk membahas filsafat pendidikan saja. mungkin lain waktu kita juga akan membahas filsafat lainnya, seperti filsafat murni dan filsafat islam.

Pengertian Filsafat Menurut para Filosof Terkenal

banyak para ahli filsafat mendefinisikan berbagai makna filsafat menurut mereka, berikut kami bagikan dari beberapa ahli yang bisa dijadikan referensi atau rujukan dalam materi pembuatan makalah ataupun artikel tentang filsafat :
  1. Menurut Plato, Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli.
  2. Menurut Aristoteles, Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang tergabung di dalamnya, seperti metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik, dan estetika.
  3. menurut Bernard Russel, The attents to answer ultimate question critically.
  4. menurut William James, a collective name for question which have not answered to the satisfaction of all have asked them.
  5. sedangkan menurut Al-Farabi memaknai filsafat sebagai pengetahuan tentang hakikat yang sebenarnya.
  6. Immanuel Kant memaknai filsafat sebagai pengetahuan yang menjadi pangkal pokok segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya, seperti (metafisika) apa yang dapat diketahui, (etika) apa yang seharusnya diketahui, (agama) sampai di mana harapan kita, (antropologi) apa itu manusia.

Pengertian Filsafat menurut ahli filsafat dari Indonesia

selain dari beberapa filosof terkenal di atas, ada juga beberapa ahli filsafat di Indonesia yang mendefinisikan filsafat dengan beragam pengertian, seperti :
  1. Prof. Ir. Poedjawijatna, Filsafat adalah ingin mengerti dengan mendalam, atau cinta pada kebenaran.
  2. Hasbullah Bakry, Filsafat adalah sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu secara mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan bagaimana hakikatnya, sejauh yang dapat dicapai manusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan.
selanjutnya kita akan membahas tentang pemaduan arti filsafat, yang akan menerangkan tentang wujud filsafat, tujuannya, lingkup, objek, kegiatan dan hasil filsafat, artikel ini dikutip dari buku Filsafat Pendidikan, teori dan praktik oleh Drs. H. Soegiono, M.M dan Dr. Tamsil Muis halaman 5-6 cetakan remaja rosdakarya. semoga artikel tentang Pengertian Filsafat Menurut para Filosof Terkenal bermanfaat. Salam

Senin, 01 Agustus 2016

Memahami Pengertian Filsafat dari berbagai aspek

Muxika.info - Memahami Pengertian Filsafat dari berbagai aspek merupakan judul yang akan saya bahas pada postingan kali ini, beberapa lama vakum dan lebih banyak mengisi blog dengan berbagai postingan review maupun placement content dan sangat jarang saya mengisi blog dengan materi yang berisi dengan pendidikan, seperti dulu adanya.

Pengertian Filsafat dari berbagai aspek
Memahami Filsafat dari berbagai aspek foto:okezone.com
Baiklah tak perlu kita berpanjang lebar, kali ini saya ingin membahas filsafat yaitu suatu kajian tentang pemikiran yang mendalam yang biasanya mengisi hari-hari kita tetapi tanpa kita sadari dan ketahui bahwa kita sendiri ternyata telah banyak berfilsafat. ada beberapa point penting dalam memahami filsafat: (klik tautan untuk membaca selanjutnya)
  1. pengertian filsafat menurut asal kata dari berbagai bahasa
  2. pengertian filsafat dari para filosof terkenal
  3. pengertian filsafat berdasarkan analisis sasaran, proses dan tujuan orang berfilsafat
  4. pengertian filsafat dari tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap pakar filsafat
  5. pengertian filsafat yang dikemukakan penulis buku filsafat yang cukup terkenal
  6. pengertian filsafat hasil kolaborasi berbagai pendapat yang ada. (soegiono:2012,4)
dari beberapa point pengertian filsafat di atas, mari kita membahas dan memahami Memahami Pengertian Filsafat dari berbagai aspek.

1. Filsafat ditinjau dari asal kata

Filsafat berasal dari bahasa Arab yaitu falsafah yang dikaitkan dengan kata Sofiah yang berarti bijaksana dan dari kata Sufi yang berarti ahli berfilsafat. kemudian dari Eropa filsafat juga mempunyai istilah yang berbeda, dari bahasa latin atau Yunani, Filsafat merupakan penyatuan dua kata yaitu Philo dan Sophia, Philo berarti teman, atau sahabat sedangkan Sophia juga berarti bijaksana. itu kalau filsafat ditinjau dari segi bahasa, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa sebenarnya filsafat bukanlah kebijaksanaan, tetapi adalah kebenaran, sehingga kata filsafat bisa diartikan sebagai cinta kebenaran. 

Kalau dilihat dari arti yang implisit maka filsafat mengandung makna adanya keinginan orang untuk berfilsafat yaitu makna tentang menjunjung tinggi kebenaran atau kebijaksanaan, yaitu agar manusia dapat hidup damai, baik bagi dirinya maupun hidup bersama orang lain.

Kemudian muncul lagi persoalan lain, yaitu apa yang dimaksud dengan kebenaran atau kebijaksanaan dalam konteks filsafat. lepas dari arti kedua kata tersebut bahwa filsafat mengandung misi moral. suatu pedoman hidup yang baik untuk dipedomani sehingga tidak salah kalau ditinjau dari segi makna arti kata filsafat berarti senang atau cinta kebijaksanaan. (soegiono:2012,5)

dikutip dari buku Filsafat Pendidikan, teori dan praktik oleh Drs. H. Soegiono, M.M dan Dr. Tamsil Muis
untuk aspek-aspek pengertian filsafat yang lain akan kita bahas pada postingan selanjutnya, sementara memahami pengertian filsafat dari berbagai aspek kita tutup dulu.
Wassalam

Jumat, 24 Juni 2016

Penilaian Portofolio dalam Evaluasi Hasil Belajar

Penilaian Portofolio merupakan salah satu bentuk penilaian dalam evaluasi pendidikan, penilaian ini merupakan jenis penilaian non tes yaitu cara menilainya dengan menghitung atau menilai peserta didik melalui berbagai kegiatan yang telah dijalaninya, atau menilai dari berbagai tugas portofolio semacam koleksi ataupun tugas yang bersifat mengumpulkan, seperti dalam pengertian singkatnya tentang portofolio, contoh penilaian portofolio ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti suatu checklist kegiatan ibadah anak dalam sebulan di bulan Ramadhan, anak-anak harus mengisi list setiap dia selesai sholat 5 waktu, kemudian dia puasa, dan berbagai isian list lainnya, contoh yang lain dari penilaian portofolio seperti tugas siswa membuat kliping dari sebuah peta dunia, kemudian siswa mengatur secara teratur dari peta amerika, asia, afrika dan belahan dunia lainnya.

tujuan Penilaian Portofolio
ilustrasi penilaian portofolio foto:pendidikanumum.com

Depdiknas menegaskan bahwa tujuan portofolio adalah

•    Memperlihatkan perkembangan pemikiran
•    Menunjukkan suatu pemahaman dari konsep, topik dan isu
•    Mendemonstrasikan perbedaan bakat
•    Mendemonstrasikan kemampuan untuk berkreasi
•    Mendokumentasikan kegiatan selama periode waktu
•    Mendemonstrasikan kemampuan karya seni
•    Mendemonstrasikan  kemampuan mengintegrasikan teori dan praktik
•    Merefleksikan nilai-nilai individual atau pandangan secara lebih luas

Contoh portofolio
Hasil proyek penyelidikan
Hasil kerja siswa dengan menggunakan alat rekam
Gambar atau laporan hasil pengamatan
Deskripsi atau diagram pemecahan suatu masalah
Laporan kerja kelompok
Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran
Penghargaan tertulis
Hasil karya berupa tulisan atau ringkasan

Prinsip penilaian portofolio
Mutual trust (saling mempercayai)
Confidentiality (kerahasiaan bersama)
Joint ownership (milik bersama)
Satisfaction (kepuasan)
Relevance (kesesuaian)
Penciptaan budaya mengajar
Refleksi bersama
Proses dan hasil

Jenis penilaian portofolio

Dilihat dari Jumlah peserta didik :
•    Perorangan
•    Kelompok

Dilihat dari sistemnya
•    Portofolio proses
•    Portofolio produk

Penilaian penampilan
Penilaian Portofolio
Penilaian Penampilan Portofolio



Lembar Penilaian dokumen
Lembar Penilaian Dokumen Portofolio

sumber Referensi tentang penilaian portofolio :
Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014.