Kamis, 31 Maret 2016

Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilaian dan menyusun kisi-kisi soal

Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilaian dan menyusun kisi-kisi soal - Dalam bukunya Sigit Pramono, perencanaan adalah konsep dasar setiap kegiatan, termasuk evaluasi pembelajaran. melakukan sesuatu tanpa perencanaan dama halnya dengan orang buta berjalan tanpa tongkat, dia bisa nyasar dan bisa pula tepat sasaran.evaluasi dengan perencanaan yang matang akan menghasilkan hasil yang berbeda dengan proses evaluasi tanpa perencanaan.(2014:26)

Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilaian dan menyusunkisi-kisi soal
Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilaian dan menyusunkisi-kisi soal
Perencanaan bisa juga disebut konsep maupun planning, sehingga dalam evaluasi pun dibutuhkan perencanaan agar apa yang diharapkan dalam pembelajaran berjalan dengan baik.

Dalam perencanaan program evaluasi ada berbagai hal yang harus diperhatikan,  yaitu :

1. Menentukan Tujuan Penilaian
Tujuan penelitian merupakan fondasi utama untuk menentukan ruang lingkup materi, jenis, dan karakter penilaian. guru jangan sampai menentukan tujuan penilaian secara umum karena ruang lingkupnya luas sehingga yang terjadi adalah kurang fokus. guru harus menentukan tujuan penilaian dengan beberapa kerangka :
  1. Fomatif  yaitu apakah penilaian itu berguna untuk proses pembelajaran.

  2. Sumatif yaitu dalam menentukan keberhasilan anak didik dalam  menyerap materi.

  3. Diagnostik yaitu mengidentifikasi kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran.
2. Mengidentifikasi Kompetensi
Kompetensi yang akan dinilai meliputi kapasitas pengetahuan, keterampila dan sikap.

3. Menyusun kisi-kisi soal

langkah pertama dalam menyusun kisi-kisi soal adalah menganalisis silabus, menyusun kisi-kisi, membuat soal, menyusun lembar jawaban, dan menyusun program penskoran.
dan kisi-kisi harus Refresentatif artinya
kisi-kisi mewakili kurikulum sebagai sampel yang akan dinilai oleh guru. (2014:29)
Kedua, Soal harus terurai dengan jelas dan mudah dipahami
Ketiga, Soal sesuai indikator

Dalam kisi-kisi terdapat dua komponen utama, yaitu komponen identitas dan komponen matriks,
komponen identitas mencakup aspek jenis sekolah atau jenjang sekolah, mata pelajaran, kurikulum yang diacu, tingkat kelas, alokasi waktu, serta jumlah soal.
komponen matriks mencakup kompetensi dasar, materi, jumlah soal, jenjang kemampuan, indikator, serta nomor urut.
kemudian dalam membuat soal tidak mungkin memasukkan semua materi dalam tes, sehingga kita perlu memilah milih materi yang penting saja,

Ada beberapa aspek dalam memilih materi yang perlu diperhatikan, yaitu :
- urgensi, materi yang secara teoritis dikuasai oleh siswa.
-kontinuitas, guru memilih materi yang berkesinambungan dari materi sebelumnya. materi bisa dipilih berupa pendalaman dari satu atau lebih, dengan begitu peserta didik tidak akan mengalami keterputusan pengetahuan.
-nilai kegunaan, materi yang dipilih lebih baik materi yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat atau sesuai dengan realita.
-relevansi, materi yang dipilih berupa pokok bahasan yang berkaitan dan diperlukan untuk mempelajari atau memahami bidang studi lain.(2014:31)

4. Mengembangkan Draf instrumen
Menggunakan bahasa yang mudah dipahami
Jangan mengutip langsung dari buku
Soal tidak memberi isyarat jawaban bagi soal lain
Inti soal harus dirumuskan secara tegas, lugas dan jelas Setiap soal harus menggunakan EYD Bahasa yang digunakan harus komunikatif dan interaktif

5. Menguji validitas soal

Soal dikatakan berkualitas atau tidak apabila melalui tahap uji coba. Tujuannya untuk mengetahui lebih jauh di lapangan, ihwal soal mana yang perlu diubah atau diperbaiki, dan soal mana yang dipertahankan.(2014:36)
                                                                                                    
Daftar Pustaka
Sigit Pramono, Panduan Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar. Diva Press: Jogjakarta, 2014.



Di atas adalah slide power point tentang Perencanaan Evaluasi : menentukan tujuan penilain dan menyusun kisi-kisi soal silahkan download power point evaluasinya, semoga bisa membantu dan memberikan informasi tambahan bagi anda, bisa untuk tugas makalah evaluasi.

Senin, 28 Maret 2016

contoh penulisan abstrak skripsi tesis yang baik

Abstrak merupakan bagian penting dalam sebuah skripsi ataupun tesis, tanpa abstrak maka tidak akan sempurna skripsi tersebut, karena abstrak dalam skripsi ibarat rangkuman dalam sebuah buku, bisa juga kesimpulan dan lebih tepatnya abstrak adalah inti atau point-point terpenting dari sebuah skripsi maupun tesis, sehingga setiap karya tulis tersebut wajib melampirkan abstrak berbahasa Indonesia, Inggris dan Arab. tergantung kebijakan kampus.
banyak contoh-contoh abstrak yang baik, tapi yang paling baik adalah mengikut dari kebijakan kampusnya sendiri, karena tiap kampus mempunyai aturan tersendiri, di sini admin hanya membagikan contoh penulisan abstrak skripsi tesis yang baik, masalah cocok atau tidak bisa dilihat sendiri lah. bagus atau tidak. berikut contohnya : lihat foto abstrak skripsi di bawah.

Baiklah, selanjutnya kita akan bahas keterangan dari foto abstrak tersebut.
yang pertama adalah penulisan identitas kita, yaitu nama lengkap, tahun, judul skripsi atau tesis, program studi atau jurusan, kemudian nama kampus, selanjutnya nama dosen pembimbing 1 dan 2.

Point #1 berisi Latar Belakang Penelitian
di paragraf pertama ini abstrak berisi tentang latar belakang dari penelitian kita, jelaskan secara ringkas saja, kemudian isi dengan rumusan masalah dan tujuan penelitiannya. sehingga hal yang penting pada Bab 1 terbahas di paragraf pertama ini.

Point #2 berisi Metodologi Penelitian
di paragraf kedua ini berisi tentang semua yang berhubungan dengan metodologi penelitian, seperti metode penelitiannya menggunakan penelitian apa, kualitatif atau kuantitatif, kemudian pendekatan penelitiannya apa, selanjutnya tempat penelitian, dan lain sebagainya, kalau dalam skripsi metodologi penelitian ini terdapat pada Bab 3.

Point #3 berisi Hasil Penelitian
paragraf ketiga ini berisi tentang hasil penelitian, bagaimana hasilnya, entah itu berupa data kualitatif ataupun berupa angka yaitu kuantitatif harus dijelaskan di sini, semua paragraf abstrak dijelaskan secara singkat dan padat, namanya juga abstrak.


berikut contoh penulisan abstrak skripsi tesis yang baik
ABSTRAK

Nama Lengkap. 2015. Judul ..................., Skripsi, Program Studi …………....... Universitas………... Pembimbing (1) Dr. H. ………. (2) Dr. ……………...

Kata Kunci :   Pembentukan, Karakter Gemar Membaca Al-Qur’an.

Mempelajari Al-Qur’an tidak hanya sekedar belajar membaca saja; akan tetapi juga memhami tafsirnya, berbagai kemerosotan anak didik sekarang ini, bukan hanya karena keteledoran dalam pembinaannya, tetapi bagaimana memberikan mereka kesadaran tersendiri sehingga mereka mampu mengontrol akhlak mereka dalam menghadapi kemajuan global saat ini. Pembelajaran Al-Qur’an lah kunci utamanya, dengan terbentuknya karakter anak yang gemar membaca Al-Qur’an maka terbentuklah akhlak anak yang Qur’ani. Tujuan penelitian ini adalah Pertama, Mendeskripsikan secara detail tentang   pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran anak di SDI ..... dan MI ........ Kedua, Mendeskripsikan secara detail hal yang memotivasi anak sehingga menumbuhkan karakter gemar membaca Al-Quran anak di ....... dan MI ..........
Penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan rancangan multisitus, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan penelitian adalah Kepala Sekolah, Kordinator Guru metode Ummi, Kordinator guru metode Tahfidz, guru metode Ummi, siswa dan orang tua. Setelah data diperoleh kemudian data di analisis dengan analisis situs tunggal dan analisis data lintas situs. Kemudian pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data sumber dan metode.
Dalam penelitian ini peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yaitu Pertama,   pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an : pembelajaran membaca Al-Qur’an di dua sekolah menggunakan metode Ummi, dengan proses pembelajaran yang sama tetapi dengan teknik yang berbeda, dan dengan guru yang akrab dengan muridnya. Pembelajaran lebih bersifat mendidik, menyayangi, sabar dan menyenangkan. Kedua, hal yang memotivasi siswa dalam pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an : (1) motivasi dari guru, berbagai arahan dan motivasi dari guru berbentuk dukungan dan cerita yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadits, kemudian berbagai jenis reward yang berupa materi maupun pujian. (2) Motivasi siswa, ingin mendapatkan hadiah maupun pujian dari guru dan orang tua, kesadaran sendiri karena terbiasa membaca Al-Qur’an, persaingan, (3) motivasi dari orang tua, memberikan hadiah dalam pencapaian prestasinya, mengingatkan anak, memberikan waktu yang cukup dalam belajar dan bermain, mengontrol anak sebaik mungkin.
Baca juga :
Contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis
cara print format buku di microsoft word

contoh penulisan abstrak skripsi tesis yang baik semoga tips skripsi ini bisa memberikan manfaat bagi sobat sekalian, terus semangat dalam mengerjakan skripsi dan tesisnya, dan jangan pernah menyerah, karena perjuangan kuliah anda tinggal di ujung jalan. jalan terus dan wisuda menanti anda. Salam

Minggu, 27 Maret 2016

Contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis

Contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis - Dalam melakukan penelitian skripsi atau tesis maka dibutuhkan yang namanya
pedoman penelitian atau instrumen observasi yang nantinya adalah menjadi pegangan kita dalam melakukan penelitian, sehingga ketika kita akan terkontrol dan tidak keluar jalur, dan hasil penelitian pun semakin bagus, pada postingan kali ini saya ingin membagikan bagaimana contoh instrumen observasi dalam melakukan penelitian lapangan, contoh di bawah ini adalah tentang membentuk karakter anak gemar membaca Al-Qur'an, berikut contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis

INSTRUMEN OBSERVASI

Hari :
Tanggal          :
Jam/Lokasi    :


Fokus
Observasi

Jenis
Kegiatan Yang Diobservasi

KUALIFIKASI

ADA

TIDAK

Pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an


1.
Perangkat
Pendukung

a.
Kebijakan

b.
Sumber daya

c.
Sarana dan
prasarana

d.
Lingkungan

e.
Waktu

2.
Pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an
di sekolah

a.
Kegiatan
belajar mengajar

b.
Kemampuan
guru

c.
Metode
mengajar

d.
Teknik
mengajar

e.
Motivasi
mengajar

f.
Motivasi
siswa belajar

3.
Pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an
di rumah

a.
Kegiatan
membaca Al-Qur’an

b.
Waktu

c.
Sarana dan
prasarana

d.
Peran
orangtua

e.
Motivasi
orangtua

f.
Motivasi anak


selanjutnya yang kedua adalah contoh transkrip wawancara dalam melakukan penelitian kualitatif, transkrip wawancara ini sangat dibutuhkan, mengingat berbagai hal yang kita dapatkan dalam penelitian harus tertulis sebagaimana mestinya sehingga bisa dipertanggungjawabkan ketika sidang skripsi dan tesis, selain itu untuk melengkapi transkrip wawancara ini bisa juga ditambahkan dengan rekaman suara narasumber, lebih tepatnya kita menjadi wartawan sehari.

TRANSKRIP  WAWANCARA

Fokus
penelitian          : Pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran

Partisipant
:

Tempat
:

Waktu
:



Pewawancara
: Metode apa yang digunakan dalam
mengajar Al-Quran di sini?

Guru                  : Metode Ummi

Pewawancara    : Mengapa memilih metode Ummi di sekolah
ini?

Guru                  : Metode
ini tergolong baru ya, kemudian juga diajarkan oleh orang-orang berpengalaman,
enak dipahami, bagus dan cocok, outputnya untuk memahamkan tajwid praktis, dan
sebelum Pewawancara di sini metode Ummi ini sudah diterapkan di sekolah ini.

Pewawancara
: Bagaimana cara memotivasi anak agar
rajin membaca Al-Quran?

Guru                  : Untuk masalah
memotivasi itu tergantung dari guru pengajarnya, tiap guru mempunyai cara
tersendiri dalam memotivasi anak didik.

Pewawancara    : Dari anda sendiri bagaimana?

Guru                  : Dengan
memberikan reward bagus, kemudian ada motivasi tersendiri pada pembukaan dan
penutup pembelajaran.

Pewawancara    : Bagaimana rata-rata
kemampuan anak di sekolah ini dalam membaca Al-Quran?

Guru                  : Kemampuan
beragam, dari grafik itu kemampuan anak-anak rata tengah.

Pewawancara
: Bagaimana mengontrol siswa dalam
membaca Al-Quran?

Guru                  : Dengan
membagi-bagi mereka ke dalam kelompok kecil, ada 15 guru menbaca Al-Quran
sehingga setiap kelompok itu sekitar 5 anak. Dan anakpun dapat lebih mudah
dikontrol.

Pewawancara    : Bagaimana mengatasi
siswa yang sulit ataupun lambat dalam membaca Al-Quran?

Guru                  : Anak dikelompokkan
dalam satu kelas kecil, dan satu guru untuk dua anak.

Pewawancara
: Bagaimana cara mengatasi anak yang
ribut ?

Guru                  : Anak ditegur,
kemudian anak yang sudah selesai membaca diharapkan untuk kembali ke
kelompoknya.

Pewawancara
: Bagaimana cara evaluasi anak yang
sudah membaca Al-Quran?

Guru                  : Anak yang
sudah selesai dalam tahapannya dan akan naik jilid maka diwajibkan menyetor
dulu kepada Pewawancara sebagai kordinator, anak minimal mendapatkan nilai B
untuk bisa lanjut ke jilid selanjutnya.

Pewawancara    : Bagaimana target
anak dalam satu semester?

Guru                  : Target
persemester anak bisa menyelesaikan dua jilid, kemudian nanti ketika kelas 6
anak akan uji publik menampilkan kemampuan mereka di depan orang tua.

Pewawancara    : Adakah prestasi anak dalam membaca
Al-Quran ?

Guru                  : Sangat
banyak anak berprestasi dalam membaca Al-Quran, seperti Siswa kelas 3a, siswa
kelas 3B, Siswi kelas 5, Ruqayyah kelas 4,

Pewawancara    : Adakah kewajiban anak ketika di rumah?

Guru                  : Hanya sebuah
anjuran saja, agar kiranya di rumah kembali mengulang dan melanjutkan latihan
membaca Al-Quran.

Pewawancara    : Adakah kerjasama dewan guru dengan orang
tua siswa?

Guru                  : Ada,
ketika rapat dewan guru bersama orang tua siswa, agar kiranya anak diperhatikan
tentang apa yang dipelajarinya dan diulangi di rumah

Dalam melakukan wawancara maka catatlah sedemikian rinci apapun yang diucapkan oleh narasumber, sehingga data akan banyak kemudian akan dilakukan reduksi data atau memilih mana data yang perlu dipertahankan dan mana data yang harus dibuang, agar hasil penelitian itu menjadi lebih fokus dan baik. selain itu dalam melakukan wawancara penelitian skripsi dan tesis anda harus mempersiapkan sebaik mungkin instrumen observasi sehingga bahan yang ditanyakan itu akan banyak dan menggali informasi-informasi baru untuk hasil penelitian yang lebih baik lagi.
semoga postingan tentang Contoh instrumen observasi dan transkrip wawancara skripsi dan tesis bisa membantu anda. Salam.